Berita Internasional Kebijakan Nasional Kegiatan

Yvonne: Pengguna Napza Inginkan Kebijakan Yang Lebih Manusiawi

Albuquerque – Persoalan kebijakan atau regulasi narkotika, psikotropika dan zat adiktif (napza) di Indonesia, saat ini menjadi perhatian serius dunia internasional. Sejak disahkannya UU No.35/2009 tentang Narkotika 14 September 2009 lalu, kekhawatiran akan makin represifnya aparatur negara saat menerapkan Undang-Undang Narkotika ini semakin kuat.

Tidak heran di beberapa kota di Indonesia saat ini, para pengguna napza semakin masif mengorganisir diri, guna melawan perlakuan represif aparat negara kepada mereka.

Demikian disampaikan Yvonne Sibuea salah satu delegasi Indonesia yang hadir dalam International Drug Policy Reform Conference atau Konferensi Internasional Reformasi Kebijakan NAPZA yang berlangsung di Albuquerque, New Mexico, Amerika Serikat 12 – 14 November 2009.

Yvonne Sibuea dari Pergerakan Reformasi Kebijakan Napza (PERFORMA), menggarisbawahi bahwa latar belakang terpenting mengapa pengguna napza di Indonesia melakukan pengorganisiran adalah fakta bahwa mereka mengalami beberapa kasus yang sama.

“Selain kesulitan mengakses layanan kesehatan, kekerasan dan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat penegak hukum kerap dialami para pengguna napza.” papar Yvonne, dalam sebuah diskusi yang bertajuk “Bridging the Gap: Drug User Organizing” atau “Menjembatani Kesenjangan: Pengorganisasian Pengguna Napza”.

Kepada NapzaIndonesia.com, Yvonne Sibuea mengatakan bahwa keprihatinan inilah yang mendorong pengguna napza di Indonesia menyatukan suara untuk melakukan kritisi terhadap kebijakan napza pemerintah Indonesia.

Selanjutnya Yvonne Sibuea menambahkan, pengguna napza di Indonesia sudah harus mulai memikirkan untuk masuk ke dalam sistem yang ada, baik di eksekutif maupun legislatif.

“Kami percaya bahwa kebijakan atau regulasi napza di Indonesia, bisa lebih manusiawi dan tidak seperti sekarang ini, jika para pengguna dan atau mantan pengguna napza masuk ke dalam sistem pemerintahan.” imbuh Yvonne.

Menurut Yvonne, hal ini penting dilakukan guna mendapatkan akses lebih luas untuk menyuarakan kepentingan pengguna napza, yang juga bagian dari masyarakat Indonesia. Pengguna napza perlu diperlakukan dengan lebih manusiawi, dengan jalan merebut kembali hak-hak dasar sebagai warga negara, yang selama ini terabaikan.(YS/Gen)