Aktivitas Berita Berita Internasional Berita Lembaga Kegiatan

Yury Fedotov Resmikan Pembukaan Pertemuan Tahunan Komisi Narkotika PBB

Vienna International Centre

Wina – Pertemuan tahunan Commission on Narcotic Drugs, Komisi Narkotika PBB yang ke-55 dibuka pada Senin (12/3) pagi. Pertemuan ini dihadiri oleh 1000 peserta dari 120 negara, serta 44 perwakilan di 110 organisasi non pemerintah.

Pada acara pembukaan, Yury Fedotov, Direktur Eksekutif United Nations Commission on Drugs and Crime (UNODC) mengungkapkan bahwa NAPZA ilegal telah membunuh 250 ribu orang/tahun, mengancam keutuhan keluarga, mendanai terorisme, serta mengganggu stabilitas negara-negara dunia.

Fedotov menekankan bahwa produksi daun koka telah berkurang sebesar sepertiga, dan produksi opium juga telah mengalami penurunan.

Ia menyatakan, pada 2010 UNODC menerima laporan bahwa 67 ribu ton NAPZA ilegal telah disita di seluruh dunia. Fedotov mengucapkan selamat pada negara-negara anggota PBB atas kemajuan tersebut, sekaligus mengingatkan akan besarnya permasalahan NAPZA yang terlihat dari hasil sitaan.

Untuk memerangi masalah peredaran gelap NAPZA, Fedotov mengingatkan bahwa pembentukan jaringan transnasional sangat dibutuhkan. Jaringan tersebut perlu bekerja untuk memerangi masalah sosial yang timbul di jalur-jalur perdagangan NAPZA, seperti Afghanistan, Pakistan dan Afrika Barat. UNODC berencana segera meluncurkan sebuah program untuk Eropa Tenggara untuk memerangi ‘rute heroin ke Eropa’, dan pada saat yang sama juga mendirikan sebuah pusat informasi terpadu tentang peredaran NAPZA di Meksiko dan Republik Dominika.

Kasus Myanmar dikutip Fedotov sebagai kesempatan baru untuk menjangkau yang selama ini belum terjangkau dalam masalah penanaman opium.

Penegak hukum tak akan pernah berhasil bila tidak ada didukung oleh pengembangan alternatif, demikian ungkap Fedotov. Hanya seperempat dari seluruh petani yang terlibat penanaman telah mendapatkan bantuan pengembangan alternatif.

Menurut Fedotov, UNODC menerapkan strategi pencegahan, perawatan ketergantungan NAPZA dan kesehatan sebagai satu kesatuan. Dan masih banyak lagi yang harus dilakukan untuk menyelamatkan nyawa ribuan manusia.

Pendekatan multidimensi dibutuhkan di skala internasional dengan penekanan pada partisipasi regional. “Kita harus harmonis menyuarakan Konvensi-Konvensi PBB tentang NAPZA, tak mungkin kita bersuara yang berbeda”, tegas Fedotov mengakhiri uraiannya. (CNDblog/YS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *