Berita Internasional

Youth in Europe Libatkan Kaum Muda Untuk Atasi Masalah Penyalahgunaan Narkoba

Narkoba

Frankfurt – Sebuah  hasil penelitian mengenai efektifitas program pencegahan narkoba “Youth in Europe” (YIE) yang dilakukan atas kerjasama antara Icelandic Centre for Social Research and Analysis (ICSRA) dengan Actavis, salah satu perusahaan farmasi generik terkemuka di dunia, diluncurkan pada acara Frankfurt Book Fair, Selasa (11/10) aktu setempat.

Penelitian ini mengamati tentang masalah merokok (harian), minum dan mencoba ganja pada siswa-siswa berusia 15 hingga 16 tahun di Islandia dari tahun 1998 hingga 2011.

Hasil penelitian yang diumumkan bersama oleh pendukung YIE dan Presiden Islandia, Olafur Ragnar Grimsson ini mencatat bahwa jumlah kaum muda yang mabuk dalam 30 hari terakhir ini telah menurun dari 42% pada tahun 1998 hingga hanya sebesar 9% pada tahun 2011. Tingkat kaum muda yang merokok setiap harinya menurun dari 23% hingga 5%, dan mereka yang mencoba ganja juga menurun dari 17% hingga 3%.

Program pencegahan narkoba YIE ini dilakukan di wilayah Islandia yaitu Reykjavik, Oslo, Helsinki, Riga, Vilnius, Sofia, Bucharest, Istanbul, St. Petersburg, Liepaja, Jurmala, Arilje, Kaunas and Klaipeda.

Program YIE ini bertujuan untuk mengurangi peluang penggunaan narkoba dikalangan kaum muda, diprakarsai oleh European Cities Against Drugs (ECAD) dan bekerjasama dengan beberapa kota besar di Eropa, dengan mengambil pendekatan holistik secara luas.

“Sedih melihat kaum muda di seluruh Eropa telah terjerumus ke dalam obat-obatan berbahaya ini. Ini adalah tugas kita untuk melindungi kaum muda dari masalah ini dan para kriminal yang menjalankan bisnis ini,” papar Olafur.

Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa menghabiskan waktu dengan orang tua adalah penting dalam mengurangi peluang penyalahgunaan narkoba, sementara memiliki teman yang menyalahgunakan narkoba dapat meningkatkan peluang. Para remaja yang berpartisipasi dalam olahraga, aktivitas organisasi pemuda, dan kegiatan ekstra kurikuler di sekolah, cenderung kurang berpeluang dibandingkan remaja lainnya untuk menggunakan narkoba.

“Ini berarti bahwa kita perlu mengaktifkan seluruhnya menjadi satu kesatuan, keluarga, kelompok teman sebaya, sekolah, mereka yang mengikuti aktivitas organisasi pemuda dan otoritas untuk keberhasilan dalam memerangi penggunaan narkoba. Saat para remaja muda mulai mencoba meminum alkohol, mereka akan lebih cenderung menjadi pecandu narkoba dalam hidupnya. Ini merupakan salah satu penemuan utama dari penelitian hingga saat ini,” ungkap CEO Actavis, Caludio Albrecht.

Baru-baru ini, program YIE juga telah dilakukan di Moskow dan Milan. Rencananya, pada tahun 2012 mendatang ECAD berencana mengajak 25 kota untuk berpartisipasi dan akan diperluas hingga sedikitnya 50 negara pada tahun 2016.

Penelitian ini digunakan untuk mengevaluasi langkah-langkah pencegahan yang paling efektif. Semua elemen masyarakat yaitu kaum muda dan keluarganya, sekolah, kelompok-kelompok yang memiliki akses terhadap kaum muda turut dilibatkan dalam suatu upaya kerja sama untuk memerangi penyalahgunaan narkoba. (IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *