Berita Lembaga Berita Nasional Kebijakan Nasional

YLKI: Rokok Perbanyak Orang Miskin

Jakarta – Angka kemiskinan tidak akan turun selama rokok masih beredar bebas, kata Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi.

“Jangan mimpi bisa mengurangi kemiskinan, yang ada justru sebaliknya,” kata Tulus usai jumpa wartawan Tolak World Tobacco Asia Conference di Jakarta, Kamis (9/9).

Menurut Tulus, rokok tidak hanya merusak kesehatan, rokok pun merugikan ekonomi, sosial, serta budaya.

“Terutama efek sosial ekonomi yang menimbulkan proses pemiskinan baru,” katanya.

Menurut Tulus rokok menjadi kontributor utama dalam proses pemiskinan.

Tulus merujuk hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional yang menyebutkan bahwa konsumsi rokok di kalangan menangah ke bawah 17 kali lebih besar dibandingkan konsumsi daging, 15 kali lebih tinggi dari kesehatan, serta 9 kali lebih tinggi dari pendidikan.

Tulus juga menambahkan bahwa sebagian besar dari 85 juta perokok aktif adalah kalangan menengah ke bawah. Mereka bahkan menjadikan rokok kebutuhan kedua setelah beras.

“Bagaimana mau mengurangi kemiskinan kalau rokok masih beredar bebas,” katanya.

Tulus mengusulkan rokok dijadikan barang yang hanya dikonsumsi oleh orang menengah ke atas.

“Kalau orang kaya mereka punya slot untuk pendidikan dan lauk pauk, kalau pun sakit mereka punya dana untuk berobat,” kata Tulus.

Tulus juga menyarankan agar biaya cukai rokok dinaikkan. Menurut Tulus, harga rokok di Indonesia paling murah apalagi bisa membeli secara eceran.

“Harga sudah murah dan bisa diecer pula. Masyarakat kita diberi kemudahan akses untuk mengonsumsi rokok,” katanya.(Ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *