Berita Lembaga Berita Nasional Kebijakan Nasional

YLKI: Iklan Rokok Pelanggaran UU Cukai

Jakarta – Pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, menyatakan, konsumsi dan iklan rokok seharusnya dikendalikan karena rokok termasuk komoditas kena cukai.

Kebebasan produser rokok di berbagai media publik termasuk pelanggaran berat UU Cukai. Argumentasinya adalah komoditas lain yang dikenai cukai juga tidak dibolehkan UU Cukai beriklan sedemikian rupa.

“Rokok termasuk barang kena cukai, harusnya konsumsi rokok dibatasi,” kata Tulus, saat ditemui di Jakarta, Kamis (9/*). Menurut Tulus, filosofi dari barang kena cukai adalah barang yang konsumsinya perlu dikendalikan alias peredarannya perlu diawasi.

Selain itu, pemakaiannya dapat menimbulkan efek negatif bagi masyarakat dan lingkungan hidup. Seperti yang terjadi pada dua barang kena cukai lain, yakni alkohol dan etil alkohol.

“Ini namanya diskriminasi, karena alkohol peredarannya diatur sedangkan rokok tidak,” imbuh Tulus.

Seharusnya, peredaran rokok diperlakukan sama dengan barang kena cukai lain.

“Diberikan undang-undang serta peraturan yang jelas mengenai baik penjual serta pembeli, dan penjual rokok harus memiliki ijin jual rokok,” katanya.

Sementara itu, Indonesia masih menduduki peringkat ketiga sebagai negara dengan konsumsi rokok terbesar di dunia setelah Cina dan India.(Ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *