Kebijakan Daerah

Warga Kalsel Diminta Partisipatif Terkait Penanggulangan dan Penyebaran HIV/AIDS

logo aidsPalangka Raya – Warga masyarakat Kalimantan Tengah diminta berpartisipasi dalam penanggulangan penyebaran HIV/AIDS dengan merubah perilaku.

“Keterlibatan aktif dari seluruh komponen masyarakat perlu ditingkatkan dan diberdayakan,” kata Budi Prasetyo, Direktur Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat Kementerian Dalam Negeri pada pembukaan bimbingan teknis pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan HIV/AIDS di Palangka Raya, Senin (18/5).

Menurutnya, persoalan HIV/AIDS masih tetap menjadi masalah yang pelik, tidak tersembuhkan, dan menghancurkan individu, masyarakat dan bangsa.

Sejak awal epidemi sekitar 60 juta orang di seluruh dunia telah terinfeksi HIV dan sekitar 20 juta di antaranya meninggal dunia.

“Epidemi HIV/AIDS sampai saat ini masih terus mengancam dunia, dan kasus-kasus baru pun meningkat pesat,” katanya.
Di Indonesia sejak kasus pertama, hingga 31 Desember 2009, Kementerian Kesehatan RI melaporkan bahwa kasus AIDS sepuluh tahun terakhir dilaporkan mencapai 19.973 kasus.

Fenomena pada kasus tersebut katanya, yang tercatat hanya yang dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan RI berdasarkan temuan kasus Aids di rumah sakit. Namun sesungguhnya diluar semua itu telah banyak yang tertular, saat ini diperkirakan telah mencapai 169 ribu hingga 216 ribu orang.

“Apabila perilaku masyarakat tidak berubah, setiap tahun akan ada tambahan 80 ribu orang yang terinfeksi HIV. Diperkirakan sekitar 12 juta hingga 19 juta orang Indonesia rawan tertular HIV karena perilakunya atau pasangan mereka,” katanya.

Berpijak dari kondisi nyata diatas katanya, diperlukan langkah-langkah antisipatif secara komprehensif dan berkelanjutan oleh seluruh pemangku kepentingan di semua jenjang pemerintahan dalam upaya menanggulangi persoalan HIV/AIDS.

Untuk itu sebagai langkah antisipasi dalam penanggulangan penyakit tersebut maka diperlukan langkah-langkah meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah dan masyarakat dalam menyikapi persoalan HIV/AIDS.

Kemudian memperkuat kelembagaan di daerah dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS dengan meningkatkan upaya pemberdayaan masyarakat dalam penanggulannya.

Selanjutnya melakukan upaya penyebarluasan informasi mengenai upaya penanggulangan HIV/AIDS kepada seluruh lapisan masyarakat serta mengalokasikan anggaran dari APBD dan anggaran dan desa dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kalteng, Salengkat Pardosi, menyambut baik kegiatan yang diikuti oleh sejumlah peserta yang berasal dari tim penggerak PKK Kalteng, tokoh masyarakat, tokoh agama tersebut.

“Karena kita berupaya untuk menanggulangi wabah AIDS yang disebabkan oleh menyebarnya virus HIV di Kalteng,” katanya.

Oleh karena itu melalui kegiatan tersebut dapat mengetahui cara-cara hidup sehat dan cara berperilaku sehat yang berkaitan dengan upaya pencegahan Aids.(Ant)