Berita Nasional Kebijakan Daerah Peristiwa

Warga Binaan Pelaku Peredaran Ganja di Lapas Pekalongan Huni Sel Tikus

Lembaga Pemasyarakatan

Pekalongan – Warga binaan Lapas Pekalongan yang menjadi otak peredaran ganja M Hirzaq alias Zaky, diisolasi di sel tikus lembaga pemasyarakatan (LP) Pekalongan. Kepala Lapas Pekalongan Giri Purbadi Rabu (21/9) mengatakan pihaknya merasa kecolongan meski sudah memperketat pengamanan.

“Barang-barang seperti ponsel mungkin bisa masuk melalui berbagai cara, seperti pelemparan dari luar tembok penjara atau melalui pengunjung yang ada,” paparnya.

Menurut Giri Purbadi, pihaknya sudah mencoba memperbaiki warga binaan tersebut. Namun ternyata yang bersangkutan malah menjadi pengedar ganja dari dalam LP.

“Untuk penindakan sendiri, sejak kemarin Zaky sudah masuk ke sel isolasi atas kejadian tersebut.” terangnya.

Giri Purbadi menegaskan, pengamanan baik kepada warga binaan yang berada di dalam LP maupun keluarga yang berkunjung di LP Kelas II A Pekalongan sudah diperketat.

Namun demikian, petugas keamanan tetap merasa kecolongan dengan ditangkapnya tersangka pengedar ganja di Pemalang, dan diduga peredaran daun ganja kering tersebut dikendalikan oleh warga binaan dari dalam Lapas.

M Hirzaq alias Zaky adalah warga binaan pindahan dari Rutan Pemalang, sejak sebulan lalu ditengarai menjadi otak peredaran ganja di Pemalang. Barang bukti 3,7 kg daun ganja kering disita Polres Pemalang dalam kasus tersebut.

Giri menambahkan, Zaky sudah diperiksa tim dari Polres Pemalang dan Polres Pekalongan Kota di Lapas Pekalongan.
“Ponsel miliknya tidak ditemukan dalam kamar. Menurut pengakuannya sudah dihancurkan,” tutur Giri.

Sebelumnya, pada Selasa (13/9) lalu, pihak Lapas juga sudah mengadakan razia internal yang menghasilkan temuan sebuah ponsel. Pemilik ponsel tersebut dimasukkan ke sel isolasi.

Atas peristiwa ini, Giri berharap pihak terkait seperti Badan Narkotika Kota (BNK) Pekalongan bisa lebih proaktif untuk bersama-sama melawan peredaran narkoba yang ada selama ini.

Dari data yang dimiliki Lapas Pekalongan, dari total 300 napi yang menghuni, 109 diantaranya merupakan warga binaan terkait kasus narkotika.(SM/G)