Berita Internasional Kebijakan

Wapres AS Joe Biden: AS Tak Akan Dukung Legalisasi NAPZA

Tegucigalpa – Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Selasa (6/3) waktu setempat menyatakan akan membantu Honduras dan negara-negara di wilayah Amerika Tengah lainnya dalam memerangi perdagangan narkotika dan memberantas korupsi.

Namun dalam pertemuan tingkat kepala negara Amerika Tengah di Honduras, Biden menyampaikan bahwa pihaknya menolak untuk mendukung proposal yang tengah ramai diperbincangkan di kawasan Amerika Tengah dan Selatan tentang legalisasi NAPZA.

Bulan Februari lalu, Presiden Guetamala Otto Perez Mollina mengatakan dalam sebuah konferensi di Meksiko tentang dekriminalisasi produksi narkotika, perdagangan dan konsumsi. Pada akhir Maret mendatang, rencananya semua pimpinan negara di kawasan Amerika Tengah akan pertemuan untuk memperdepatkan gagasan tersebut.

Melalui pernyataan resmi yang dibagikan kepada media setelah pertemuan pemerintah Honduras dengan wakil presiden Amerika tersebut, CNN merilis bahwa Biden mendukung debat terbuka tentang dekriminalisasi narkotika selama dilakukan sesuai prosedur dan ada analisa dari hasil debat tersebut.

“Pertemuan tersebut akan sia-sia jika tidak menemukan solusi yang konkrit yaitu sebuah program terencana, terintrgasi, strategis dan meyakinkan,” ujar Biden dalam pernyataan tersebut.

Senin (5/3), setelah pertemuannya dengan presiden Meksiko, Felipe Calderon, Biden mengatakan bahwa pemerintahan Obama tidak akan mengubah kebijakannya tentang narkotika menjadi kebijakan legalisasi. Demikian dilansir Notimex, kantor berita Meksiko.

“Setiap negara yang telah bereksperiman tentang kebijakan legalisasi atau dekriminalisasi konsumsi narkotika, disitulah populasi konsumen NAPZA ilegal tumbuh,” ujarnya seperti dilansir Notimex.

Sebaliknya, dalam sebuah wawancara dengan CNN Spanyol pada Februari lalu, Perez Molina mengungkapkan alasannya.

“Apa yang saya lakukan sudah disesuaikan dengan kondisi yang ada. Saya rasa penting bagi kita untuk memikirkan alternatif lain dan mulai berbicara tentang dekriminalisasi, baik dalam hal produksi, perdagangan, dan tentu saja konsumsi,” ujarnya.

Presiden Honduras Porfirio Lobo mengatakan bahwa pertemuan tingkat kepala negara wilayah Amerika Tengah di Tegucigalpa ini adalah untuk mempelajari dengan serius proposal presiden Guatemala mengenai pencarian mekanisme alternatif untuk memerangi perdagangan narkotika untuk kemudian mengikuti debat pada pertemuan di Guetamala pada 24 Maret Mendatang.

Menurut data United Nations Office of Drugs and Crime (UNODC), Honduras merupakan salah satu negara kunci dalam jalur perdagangan narkotika, dengan tingkat pembunuhan tertinggi di dunia, yakni 82,1 pembunuhan per 100.000 penduduk pada tahun 2010.

Lobo dan para pemimpin Amerika Tengah lainnya telah berulang kali menyatakan bahwa penggunaan NAPZA di Amerika Serikat telah menjadi penyebab tingginya tingkat kekerasan di seluruh wilayah.

Biden menanggapi ini dengan mengatakan kepada media bahwa Amerika Serikat akan turut mengambil peran dalam tanggung jawab bersama ini, namun menegaskan bahwa negara-negara Amerika Tengah harus berupaya menghentikan produksi narkotika.

Biden berjanji bahwa Amerika Serikat akan memberikan bantuan ekonomi dan pelatihan untuk penegak hukum pejabat peradilan di Honduras.

“Hal yang diharapkan bisa sangat membantu untuk mewujudkan ini adalah peran polisi, jaksa dan hakim. Menurut pengalaman saya, jika ingin maju maka Orang-orang di negeri ini harus mampu untuk memiliki keyakinan pada integritas masing-masing lembaga,” kata Biden. (IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *