Peristiwa

Wahyunda, Pejuang HAM Bagi Para Pengguna Napza Telah Berpulang

CIMG5900Denpasar – Setelah dirawat selama tiga pekan, akhirnya I Gusti Ngurah Wahyunda alias Wahyu, menghembuskan nafas terakhirnya Sabtu (6/3) tepat pukul 00.00 Wita di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar.

Wahyu menghembuskan nafas terakhirnya, setelah semua keluarga dan kerabat dekatnya berkumpul. Selama dirawat, kondisi kesehatan Wahyu tidak stabil. Bahkan sejak Kamis (4/3) malam kondisi badan Wahyu sudah memasuki tahap kritis dan sama sekali tidak bisa diajak berkomunikasi.

Menurut Dayu Rupini, salah satu kerabat dekat yang merawat dan menunggui Wahyu sejak tiga pekan lalu, pada Jumat pagi, Wahyu sudah sama sekali tidak dapat diajak berkomunikasi, namun sempat sadar sebentar dan kemudian meninggal dunia saat pergantian tengah malam.

“Sejak Jumat pagi, kondisi Wahyu semakin kritis dan sama sekali tidak bisa diajak berkomunikasi, namun pada pukul 21.45 WITA dia sempat siuman sebentar dan minta disuapin makanan dan minuman, sembari mengajak saya dan ibu bercanda” ujar Dayu Rupini kepada NapzaIndonesia.com

Usai menyantap makanan yang disuapkan, Wahyu juga sempat minum air putih dua sendok makan, yang disuapkan ke mulutnya. Tidak lama kemudian Wahyu pun berpamitan ke Ibu dan Dayu Rupini untuk beristirahat.

Kendati keluarga, kerabat dan teman dekat berharap Wahyu sembuh dan kembali ke kondisi normal, namun Tuhan berkehendak lain. aktivis cerdas dan brilian itu pun berpulang akibat komplikasi penyakit yang dideritanya.

Di Dunia pergerakan reformasi kebijakan Narkotika di Indonesia, Wahyu termasuk salah satu aktivis yang cukup diperhitungkan ide-ide pemikirannya.

Selama sisa hidupnya Wahyu berjuang menolak diskriminasi dan stigma buruk terhadap para pengguna NAPZA di masyarakat yang menganggap mereka sebagai “sampah masyarakat”.

Menurut Wahyu para pengguna NAPZA adalah korban dari peredaran gelap obat bius atau obat-obatan terlarang yang selama ini masih terus berlangsung.

Atas diskriminasi dan kriminalisasi terhadap para pengguna NAPZA ini, Wahyu bersama rekan-rekannya menuntut agar pemerintah dan para penentu kebijakan wajib menyediakan fasilitas rehabilitasi bagi para pengguna NAPZA dan menolak pemenjaraan bagi para pengguna NAPZA.

Selain aktif di Ikatan Korban Napza (IKON) Bali dan Yakeba, Wahyu juga tercatat sebagai salah satu pendiri Indonesian Drug User Solidarity (IDUSA) atau yang lebih dikenal dengan nama Persaudaraan Korban Napza Indonesia (PKNI).(Gen)