Peristiwa

UU 35 Tentang Narkotika Belum Terbukti Mampu Cegah Peredaran Narkoba

Ketua DPR RI Marzuki Ali

Jakarta – Pada Rapat Paripurna Penutupan Masa Sidang III tahun sidang 2010-2011 di Gedung DPR RI, hari ini, Jumat (8/4), Ketua DPR RI Marzuki Ali menyampaikan fakta terkait penggunaan narkoba di Indonesia.

“Pengguna narkoba di Indonesia mencapai 1,5 persen dari jumlah seluruh penduduk Indonesia, dan jumlah uang yang digunakan untuk konsumsi narkoba mencapai 20 triliun rupiah setiap tahunnya,” ujar Marzuki.

Marzuki menambahkan bahwa perkembangan pengguna narkoba hingga kini dianggap mengancam kelangsungan umat manusia, khususnya generasi muda.

“Jumlahnya terus meningkat setiap tahunnya. Diharapkan adanya penerapan serta penegakan hukum yang konsekuen dan meningkatkan pengawasan dari pihak pemerintah dan masyarakat,” papar Marzuki.

Langkah antisipasi yang diambil oleh DPR RI dalam menyikapi masalah ini ditunjukkan dengan adanya perubahan atas Undang-Undang No.22 Tahun 1997 tentang Narkotika menjadi Undang-Undang Nomor 35 tentang Narkotika. Undang-undang baru tentang narkotika ini mengatur upaya pemberantasan tindak pidana narkotikan dengan ancaman pidana penjara, denda, pidana seumur hidup sampai pada pidana mati.

Salah satu yang menjadi alasan perubahan undang-undang ini adalah ditemukannya kasus peredaran narkotika, yang melibatkan institusi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), dalam hal ini staf dan warga binaan. Marzuki manambahkan, seringnya ditemukan pengendalian perdagangan narkotika dari dalam Lapas bisa dikategorikan sebagai kejahatan transnasional yang terorganisasi.

“Meskipun Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 ini sudah diterapkan, masih belum mampu mencegah peningkatan jumlah peredaran, produksi dan penggunaan narkoba di Indonesia,” ungkap Marzuki. (IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *