Berita Internasional Kebijakan Mancanegara

Utrecht Ajukan Uji Coba Penanaman Massal Ganja Untuk Kebutuhan Personal

Amsterdam, NapzaIndonesia.com – Dewan kota Utrecht menginginkan para pengguna ganja menumbuhkan sendiri ganja yang mereka butuhkan dengan membentuk asosiasi penanam ganja .

Langkah ini akan bertentangan dengan kecenderungan Belanda untuk membatasi penggunaan jenis napza ringan. Penanaman massal ganja untuk keperluan pribadi adalah ilegal, demikian pernyataan pemerintah Belanda.

Belanda adalah salah satu negara dengan kebijakan napza paling liberal di Eropa untuk jenis napza ringan. Penggunaan ganja di Belanda dilegalkan tetapi, kultivasi ganja secara massal tetap ilegal dan dikendalikan oleh kelompok-kelompok kriminal.

“Kami ingin menghapuskan kebijakan ini dalam sebuah uji coba. Diharapkan bila pengguna ganja dapat menumbuhkan sendiri ganja kebutuhan mereka, angka kriminalitas dan aktivitas ilegal akan berkurang,” demikian ungkap seorang anggota dewan kota Utrecht Victor Everhadt kepada NOS sebuah kantor berita Belanda pada Kamis (10/3).

Utrecht adalah kota terbesar keempat di Belanda, terletak sekitar 50 km barat daya Amsterdam. Dengan pengendalian kultivasi ganja, kualitas ganja yang dihasilkan dapat terjamin dan mengurangi efek buruk pada kesehatan, imbuh Everhardt.

Warga Belanda hanya dijinkan menumbuhkan maksimal lima tanaman ganja di rumah untuk keperluan pribadi. Utrecht menginginkan agar para pengguna ganja dapat bersatu membentuk asosiasi penanam ganja.

Kementerian Keamanan dan Hukum Belanda menyatakan bahwa ganja tetap ilegal dan wacana penanaman massal ganja di Utrecht akan menghadapi tuntutan hukum.

“Kebijakan penggunaan napza ringan di Belanda tidak memperbolehkan penanaman ganja massal, contohnya bila menanam 500 tanaman,” ungkap juru bicara Kementerian Keamanan dan Hukum.

Selama beberapa tahun terakhir ini, Belanda telah memberlakukan pengurangan penggunaan dan penjualan ganja dan hashish dengan  menutup kafe-kafe ganja dan membatasi penjualan pada tamu asing karena efek samping kesehatan dan aktivitas kriminal terkait produksi ganja.(rts/Yvonne Sibuea)