Penyebaran HIV di Singkawang Terkonsentrasi Pada Pengguna Narkoba Suntik

July 30th, 2010

logo aids

HIV/AIDS

Singkawang – 470 orang terinfeksi  HIV/AIDS yang tercatat pada data Dinas Kesehatan Singkawang sepanjang 2002 – 2009 merupakan usia produktif. Usia 15 – 29 tahun sebanyak 54,11 persen, kemudian diikuti usia 30 – 39 dengan jumlah 33,14 persen.

Penyebaran HIV/AIDS di Kota Singkawang terkonsentrasi pada populasi kunci. Penularan terjadi karena perilaku berisiko tinggi, seperti penggunaan jarum suntik tidak steril pada pengguna narkoba dan perilaku seks tidak aman pada hubungan heteroseksual.

“Kedua kelompok ini yang menjadi penyumbang infeksi HIV terbesar di Singkawang,” kata Wakil Walikota Singkawang, Edy R Yacoub.

Tetapi karena masih banyaknya kasus yang belum terdata, jumlah yang terdata diakui tidak absolut. Hal itu disebabkan baik karena orang yang bersangkutan tidak mengetahui status HIV/AIDS-nya atau tahu tapi tidak berani berobat ke tempat layanan kesehatan. Alasannya beragam, karena stigma masyarakat, diskriminasi dan rasa malu.

“Penemuan kasus HIV/AIDS karena Pemkot Singkawang secara bertahap terus mengembangkan layanan terhadap HIV/AIDS. Layanan yang tersedia antara lain layanan konseling dan testing HIV, pengobatan infeksi menular seksual (IMS), pemberian antiretroviral dan layanan kesehatan gratis di Puskesmas,” jelas Edi.

“Narkoba dan perilaku seks bebas ada korelasinya dengan HIV/AIDS, seperti saudara kembar. Untuk itu kita jaga generasi muda dari potensi itu,” lanjutnya.

Menurut Edy, usia remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap terhadap IMS dan HIV. Mereka mudah terpengaruh pada informasi positif dan negatif. Sebagian besar mencoba narkoba dan seks terjadi pada masa remaja sehingga terjadi aborsi dan tertular HIV/AIDS.

“Dari beberapa layanan ini secara bertahap kita temukan kasus tersebut. Tapi yakin masih banyak yang tidak terdata, HIV/AIDS tidak lepas dari fenomena gunung es,” jelasnya.(Sgk/AM)

Tags: ,

Komentar

Iptek