Berita Nasional Peristiwa

Upaya Penyelundupan 351 Kilogram Shabu Diungkap Polda Metro Jaya

Jakarta – Shabu senilai 702 milyar rupiah disita Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya dari sindikat pengedar asal Malaysia.

Ajun Komisaris Besar Polisi Eko Saputro, Kepala Subdirektorat Psikotropika Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, menyampaikan bahwa polisi telah menyita barang bukti berupa 351 kilogram shabu siap edar dan dua kilogram Efidrin dari para tersangka.

Eko menerangkan bahwa sejak tiga bulan lalu, petugas sudah melakukan penyelidikan dan mengamati sindikat narkoba internasional tersebut.

Awalnya pada Rabu (2/5) polisi menangkap AK dan DR yang diduga sebagai kurir di Hotel Sanno, Penjaringan, Jakarta Utara, dengan barang bukti berupa satu kilogram shabu dan dua kilogram Efidrin.

Pada Selasa (8/5) di hotel yang sama, petugas menangkap MW. Dalam penyidikan selanjutnya, polisi menangkap seorang warga Malaysia, EW di hotel Novotel Jakarta Utara dengan barang bukti 12 kilogram shabu.

Penggeledahan berlanjut ke sebuah rumah di Mediterania Residence, Jakarta Utara, namun polisi hanya menyemukan kardus bekas penyimpanan shabu. Menurut Eko, dalam penyidikan tersangka mengaku telah memindahkan barang bukti shabu ke mobil boks bernomor polisi B 9112 HG.

Eko memaparkan bahwa setelah petugas menemukan mobil boks di kawasan Pluit Indah, Jakarta Utara, didalamnya  terdapat 24 dus makanan ikan berisi total shabu 338 kilogram terbungkus aluminium foil.

Hingga kini polisi masih mencari AS, warga Malaysia yang diduga pemilik shabu tersebut. Dugaan sementara, shabu berasal dari China yang diselundupkan ke Tanjung Priok melalui jalur laut lewat Malaysia.

Sementara itu, Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Untung S Rajab seperti diberitakan Antara pada Kamis (10/5) menyatakan apresiasinya atas terungkapnya penyelundupan shabu dalam jumlah besar ini.

“Shabu sebanyak itu bisa dikonsumsi 35 juta orang,” ujarnya. (IH)