Peristiwa

Upacara “Pelebon” Jenasah Wahyu Akan Dilakukan Minggu Besok

CIMG5900Mengwi – Upacara Nyiramin atau memandikan jenasah, I Gusti Ngurah Wahyunda alias Wahyu dilangsungkan Sabtu (6/3) siang ini, di rumah duka di gang Arjuna, Denkayu, Kec. Mengwi, Kab. Badung.

“Upacara Nyiramin akan dilakukan sebelum pukul 12.00 wita siang ini,” ujar Dayu Rupini kepada NapzaIndonesia.com.

Jenasah Wahyu, aktivis pejuang HAM para pengguna NAPZA ini akan disemayamkan selama semalam di rumah duka. Selanjutnya menurut Dayu Rupini, upacara Pelebon atau pembakaran dan perabuan jenasah akan dilakukan pada Minggu (7/3) siang di pemakaman desa adat setempat.

“Pelebonnya besok siang, sekitar pukul satu, usai nyiramin siang ini jenasah akan disemayamkan di bale keluarga, agar seluruh keluarga, kerabat dan teman-teman dekat bisa melihat jenasah sebelum di upacarai,” jelas Dayu Rupini.

Sebelum menghembuskan nafasnya, Wahyu sempat dirawat selama tiga pekan di RSUP Sanglah Denpasar, dan tepat pukul 00.00 Wita dini hari tadi, Wahyu meninggal dunia akibat komplikasi sakit yang dideritanya.

Selama sisa hidupnya Wahyu berjuang menolak diskriminasi dan stigma buruk terhadap para pengguna NAPZA di masyarakat yang menganggap mereka sebagai “sampah masyarakat”.

Menurut Wahyu para pengguna NAPZA adalah korban dari peredaran gelap obat bius atau obat-obatan terlarang yang selama ini masih terus berlangsung.

Atas diskriminasi dan kriminalisasi terhadap para pengguna NAPZA ini, Wahyu bersama rekan-rekannya menuntut agar pemerintah dan para penentu kebijakan wajib menyediakan fasilitas rehabilitasi bagi para pengguna NAPZA dan menolak pemenjaraan bagi para pengguna NAPZA.

Selain aktif di Ikatan Korban Napza (IKON) Bali dan Yakeba, Wahyu juga tercatat sebagai salah satu pendiri Indonesian Drug User Solidarity (IDUSA) atau yang lebih dikenal dengan nama Persaudaraan Korban Napza Indonesia (PKNI).(Gen)