Berita Internasional Riset

UNODC: Budidaya Opium Alami Penurunan di Tahun 2011

New York – Budidaya bunga poppy sebagai bahan dasar penghasil opium diperkirakan mengalami penurunan di tahun 2011 ini, meskipun harga opium dipasaran saat ini mengalami kenaikan.

Dari hasil penilaian kualitatif dikhawatirkan bahwa budidaya opium tidak terkendali, dilihat dari optimisme petani dalam membudidayakan opium.

“Survei yang dilakukan oleh Afghanistan Opium di tahun 2011 ini menemukan bahwa petani di  wilayah selatan Afganistan-lah yang memberikan pernyataan tersebut” ujar Yury Fedotof selaku Direktur UNODC. “Adapun faktor yang mempengaruhi penurunan pertumbuhan bunga poppy yaitu musim kering, usaha dari pemerintah Afghanistan yang mengontrol penanaman bunga poppy, serta alternatif lainnya untuk penanaman bunga poppy.” tambahnya.

Perkembangan opium mulai dari berkecambah sampai siap diproduksi adalah ketika musim hujan terutama pada wilayah bagian barat, selatan dan timur Afghanistan, baru kemudian penanaman dilakukan di wilayah bagian timur Afghanistan.

Diharapkan dengan adanya musim kering yang berkepanjangan di Afganistan bagian selatan, produksi opium selama satu tahun akan berkurang. Dikarenakan pada tahun 2010 tanaman bunga poppy sebagai pengahasil opium tersebut akan membusuk.

Dari hasil survey cepat yang dilakukan pada musim dingin menggarisbawahi bahwa ada hubungan antara buruknya keamanan dengan minimnya bantuan bagi petani opium. Kurangnya keamanan desa dan bantuan pertanian dianggap akan lebih membuat produksi opium bertambah daripada desa yang dijaga keamanannya dan diberi bantuan pertanian.

Sekitar 90 persen desa yang minim pengawasan menanam opium. Desa-desa yang menjadi wilayah target kampanye untuk memerangi budidaya opium pada tahun 2011 ini diharapkan dapat menurunkan tingkat pertumbuhan opium.

Budidaya opium di wilayah barat Afghanistan yaitu Farah, Herat, Ghor dan Nimroz mengalami pertumbuhan cukup tinggi. Demikian juga di wilayah timur dan tengah Afghanistan seperti Nangarhar, Kunar, Laghman, Kabul dan Kapisa.

Jika budidaya opium di wilayah Kapisa dan Ghor diberantas saat ini akan menjadikan daerah tersebut bebas opium dan akan mengakibatkan kerugian. Wilayah lainnya di bagian tengah dan timur yang sudah bebas opium pada tahun 2010, diharapkan mampu untuk mempertahankan status tersebut.

Di wilayah dengan tingkat budidaya opium yang tertinggi seperti Helmand dan Kandahar tidak mempengaruhi tingginya harga opium. Budidaya opium diharapkan akan mengalami penurunan di tahun 2011.

Sejak adanya perubahan politik di Helmand, gubernur wilayah tersebut berinisiatif meyakinkan tokoh masyarakat dan petani untuk mengurangi jumlah budidaya opium. Namun, Helmand diharapkan menjadi wilayah yang masih mempertahankan budidaya opium.

Untuk wilayah Farah dan Nimroz diharapkan menjaga status budidaya opium yang sudah dicapainya saat ini, sedangkan di wilayah Badghis masih belum dapat diprediksi.

Akhirnya, dimungkinkan ada peningkatan produksi yang tinggi dalam budidaya opium di wilayah Herat.(UN/Pez/Gen)