Berita Nasional

Universitas Kristen Petra Sandang Predikat Kampus Bebas Narkoba

logo petraSurabaya – Mahasiswa Program Manajemen Pemasaran Universitas Kristen Petra Surabaya, Jawa Timur, Ageng Budiharjo mengantarkan kampusnya menyandang predikat bebas narkoba, seiring keputusan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI.

“Saya tidak menyangka bisa mewakili kampus untuk menerima penghargaan itu. Apalagi, pengiriman naskah ke BNN sudah lama saya lakukan sekitar Juni 2009. Saat itu saya tidak berharap dapat meraih posisi pertama,” katanya, di Surabaya, Jumat (7/11).

Menurut dia, pemilihan ini merupakan ajang bagi perguruan tinggi secara nasional. Kompetisi tersebut diawali dengan pengumpulan naskah tentang narkoba.

Pihaknya mengaku tertarik mengikuti lomba itu setelah membaca poster di kampus.

“Saya dan delapan orang teman segera mengumpulkan sejumlah bahan yang akan dikirimkan. Alhasil, pengumpulan itu membutuhkan waktu sekitar sebulan,” ujarnya.

Saat itu, jelas dia, naskah yang dikirimkan ke Jakarta mengusung upaya pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN). Dalam karya tersebut pria berkacamata itu mengikutsertakan komunitas antinarkobanya, Mahasiswa Petra Peduli Napza (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) disingkat Matrapenza.

“Upaya ini berhasil membawa naskah kami hingga meraih peringkat madya. Status ini juga diperoleh tiga kampus lain seperti Universitas Trisakti, Institut Pertanian Bogor, dan STIK London School,” katanya.

Terkait kriteria penjurian, ia mengaku, kurang memahami penilaian yang diberikan oleh penilai di Jakarta. Bahkan, ia juga tidak tahu berapa peserta yang ikut dalam lomba itu.

“Kemungkinan penilaian mereka berdasarkan ada tidaknya keterkaitan kebijakan kampus kami dengan P4GN. Pada tahun 2000, kampus ini memberi edaran mahasiswanya untuk bebas narkoba. Tahun 2003 rektorat minta kami dan civitas akademika bebas narkoba dan rokok,” katanya.

Juri juga melihat program apa yang telah dilakukan komunitas antinarkoba di kampus ini.

“Bahkan memperhitungkan sarana prasarana apa yang dapat menunjang upaya antinarkoba di sini,” katanya.

Sementara itu, tambah dia, peringkat utama dalam ajang itu dicapai oleh tiga perguruan tinggi di antaranya Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Indonesia, dan Universitas Widya Dharma Klaten.

“Peringkat pratama diraih oleh empat perguruan tinggi misal Universitas Negeri Makassar, Universitas Negeri Hasanuddin, Universitas Bengkulu, dan Universitas Nusa Cendana,” katanya.(Ant)