Berita Berita Internasional

Tiga Walikota Terbunuh Dalam Sebulan, Meksiko Disamakan Dengan Kolombia

mexico cartel_reuters_150_100
foto: Reuters

Mexico City – Tiga orang Walikota telah terbunuh di Meksiko dalam bulan yang sama oleh sekelompok pembunuh bayaran sewaan kelompok pengedar narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lain (NAPZA).

Alexandre Lopez Garcia, Walikota El Naranjo adalah Walikota ketiga yang terbunuh, ia ditembak mati pada Rabu (8/9) lalu.

Ia terbunuh pada hari dimana Menteri Sekretaris Negara AS, Hillary Clinton mengeluarkan kecaman bahwa situasi Meksiko makin mirip dengan Kolombia 20 tahun yang lalu.

Pada Minggu (29/8), Walikota sebuah kota kecil di negara bagian Tamaulipas juga ditembak mati. Beberapa hari sebelumnya, Walikota Santiago, sebuah kota kecil yang berdekatan dengan negara bagian Nuevo Leon ditemukan terbunuh pada Rabu (18/8), kelompok pengedar NAPZA dicurigai sebagai pelaku.

Hillary Clinton dan beberapa pejabat AS lainnya menganggap pilihan kelompok tersebut untuk menggunakan tiga bom mobil adalah untuk menunjukkan peningkatan niat untuk terus melakukan perlawanan. Bom mobil sangat diminati oleh pasukan pengacau terkait NAPZA di Kolombia, sekedar untuk membuktikan bahwa kelompok tersebut memiliki kekuatan besar.

Sementara pemerintah Meksiko mengutuk peristiwa pembunuhan Walikota El Naranjo, pemerintah juga menolak disamakan dengan Kolombia.

Di Kolombia, jaringan pengedar NAPZA Medellin pada 1980 dan 1990-an menerapkan perang terbuka pada negara. Kelompok ini menyerang polisi, politisi, hakim dan melancarkan teror pada masyarakat sipil.

Yang mengkuatirkan bagi para anggota legislatif Meksiko, Hillary Clinton menyarankan AS untuk memberlakukan kebijakan seperti Plan Colombia untuk diterapkan di Meksiko dan Amerika Tengah. Ia merujuk pada program anti NAPZA di AS dimana pasukan khusus AS melatih tentara Kolombia, dan para penasehat militer AS diperbantukan di unit-unit militer Kolombia.

Hal ini memicu reaksi beragam. Meksiko, yang telah tiga kali mengalami invasi AS, selalu menolak membiarkan tentara AS memasuki wilayah mereka.

“Mulai sekarang, kita telah menyatakan dengan tegas. Kita tak akan pernah membiarkan versi apapun dari Plan Colombia diberlakukan di Meksiko,” tegas Senator Santiago Creel, salah seorang anggota Partai Aksi Nasional, yang juga merupakan partai tempat bernaung Presiden Felipe Calderon.

Senator Ricardo Monreal dari Partai Buruh beraliran kiri menyatakan, bantuan AS pada Kolombia tidak pernah menghentikan perdagangan NAPZA disana. ” Siapapun yang berfikir Kolombia telah bebas NAPZA, dan bila AS berfikir ada kemungkinan untuk memberlakukan model yang sama seperti Kolombia di Meksiko, mereka salah besar,” tandasnya. (AP/YS)