Peristiwa

Tiga Tahun Terakhir, Kasus Narkoba di Madiun Meningkat

Narkoba

Madiun – Menurut data  Satuan Reskoba Polres Madiun, kasus narkoba dan pil koplo di Madiun terus bertambah dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Kasat Reskoba Polres Madiun, AKP Basuki Dwi Koranto, menyatakan selama tahun 2008, ada delapan kasus dengan sembilan tersangka kasus narkoba, tahun 2009 sebanyak 12 kasus dengan 18 tersangka, dan pada tahun 2010 meningkat hingga 21 kasus dengan 31 tersangka.

“Perkembangan yang terjadi pada Januari sampai Juli 2011, kasus narkoba di wilayah Madiun menunjukkan peningkatan yang signifikan,” paparnya, Rabu (6/7).

Basuki memaparkan, selama bulan Januari hingga awal Juli 2011, pihaknya telah mengungkap sedikitnya 10 kasus narkoba dan pil koplo di wilayah hukumnya. Para tersangka akan diancam dengan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Adapun dari jenis kasusnya, tiga kasus narkoba jenis sabu-sabu, lima kasus pil koplo, satu kasus obat daftar G, dan satu kasus narkoba bukan tumbuhan jenis pil ineks.

“Saat ini, para pengedar semakin rapi dalam mengedarkan narkoba atau pilnya. Para pelaku ini cenderung tidak mau menjual barangnya kalau tidak kenal dengan calon pembelinya. Ini menyulitkan polisi,” kata Basuki.

Hal ini menyebabkan pengembangan kasus narkoba hanya bisa di tingkat pengedar saja, bukan bandar. Karenanya, mata rantai peredaran narkoba terputus sampai di jaringan pengedar.

“Upaya yang kami lakukan untuk memberantas peredaran dan penggunaan narkoba, adalah bekerjasama dengan lembaga terkait, seperti pemerintah daerah, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), dan LSM, terus melakukan sosialisasi ke sejumlah sekolah dan tokoh masyarakat tentang bahaya narkoba,” tutupnya. (AM/IH)