Berita Nasional Peristiwa

Tiga Pengedar dan Pengguna Shabu Ditangkap Polisi Solo

Polri
Polri

Solo – Kepolisian Resor Kota Surakarta mengungkap tiga tersangka yang terlibat peredaran shabu-shabu di wilayah Banjarsari Solo, Jawa Tengah.

Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol Ahmad Luthfi melalui Kasat Narkoba Kompol Kristiyono, di Solo, Selasa, mengatakan, ketiga tersangka tersebut yakni HP (34), Ag.(33) dan AR (41), ketiganya warga Banjasari Solo.

Menurut Kristiyono, tersangka HP ini, sebagai pemilik barang atau penjual, Ag. sebagai kurir atau perantara, dan AR pengguna atau pembeli barang haram tersebut. Berawal dari kecurigaan terhadap tersangka Ag. sebagai perantara antara AR (pembeli) dan HP yang menyediakan barang, saat melakukan transaksi di rumahnya di kawasan Banjarsari.

“Kami melakukan penyelidikan tersangka ini, dan menangkap tersangka Ag. di rumahnya, pada Kamis (14/5) sekitar pukul 22.30 WIB. Barang bukti yang ditemukan uang tunai Rp50 ribu dan Rp350 ribu, dan satu paket shabu dan alat penghisap (bong),” katanya.

Polisi melakukan pengembangan dan kemudian penangkapan tersangka HP di rumahnya, sekitar pukul 23.30 WIB, dan saat penggeledahan ditemukan barang bukti dua paket shabu satu pipa kaca, alat bong, satu tas warna cokelat, telepon genggam berwarna hitam.

Menurut Kristiyono, dari keterangan kedua tersangka tersebut dilakukan pengembangan dan polisi kemudian menangkap AR di rumahnya, Jumat (15/5) sekitar pukul 00.45 WIB. Di rumah tersangka AR, menemukan barang bukti berupa satu paket shabu terbungkus plastik transparan, pipa kaca, dan alat hisap (bong), sebuah HP Nokia warna hitam.

Menurut Kristiyono, peristiwa tersebut berawal dari tersangka AR yang meminta Ag. untuk membelikan shabu seharga Rp350 ribu per paket dengan upah Rp50 ribu. Ag. kemudian menghubungi HP untuk mengantarkan shabu ke rumahnya.

Tersangka HP mengaku shabu didapat dari orang yang tidak dikenal bernisial SB warga Jebres Solo yang kini masih menjadi daftar pencarian orang (DPO) oleh petugas.

HP mengaku membeli shabu dari SB dengan harga Rp1,2 juta per paket berat satu gram dengan cara uang ditransfer melalui nomor rekening BCA. Barang kemudian dikirim di daerah Colomadu Karanganyar, pada Kamis (14/5) sekitar pukul 11.00 WIB.

Atas perbuatan tersangka AR dapat dijerat pasal 112 ayat (1), dan atau 127 ayat (1) huruf a Undang Undang RI No.35/2009. tentang Narkotika. Tersangka Ag. dijerat pasal 114 ayat (1), dan atau 127 ayat (1) huruf a UU RI No.35/2009, tentang Narkotika. Sementara tersangka HP pemilik barang bisa dijerat pasal 114 ayat (1) dan atau112 ayat (1) dan atau 127 ayat (1) huruf a UU RI No.35/2009, tentang Narkotika.(Ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *