Kegiatan

Tiga Aktifis Indonesia Mendapat Beasiswa di Australia

australiaSemarang – Tiga aktifis Indonesia, mulai Sabtu (13/3) akan berangkat ke Australia guna mengikuti program beasiswa Australian Leadership Award (ALA) yang diberikan atas kerjasama antara The Nossal Institute for Global Health-Melbourne dan The Australian Injecting and Illicit Drug User’s League (AIVL).

Adapun ketiga aktifis Indonesia ini berasal dari organiasi pemerhati kebijakan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA) yang berasal dari Jakarta, Denpasar dan Semarang.

Ketiganya adalah Yudi Manggala dari Persatuan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jakarta, Adi Mantara dari Ikatan Korban NAPZA (IKON) Bali dan Yvonne Sibuea dari Kelompok Advokasi Kebijakan NAPZA
Indonesia PERFORMA, Semarang.

“Program beasiswa Australian Leadership Award (ALA) ini dikelola oleh The Nossal Institute, sebuah lembaga penelitian dibawah Fakultas Kedokteran Universitas Melbourne, kami akan mengikuti kegiatan ini selama enam pekan,” ujar Yvonne Sibuea kepada NapzaIndonesia.com.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang pengembangan organisasi komunitas di Asia khususnya organisasi komunitas yang terdampak HIV/AIDS,” imbuh Yvonne.

Selama enam pekan para aktifis ini akan belajar tentang kepemimpinan dan managemen organisasi, penelitian sosial dan mengikuti berbagai kunjungan ke lokasi-lokasi yang menjadi pusat layananan Harm Reduction.

Selain itu para peserta juga melakukan kunjungan ke komunitas pengguna NAPZA dan Orang Hidup Dengan HIV/AIDS (ODHA) dari berbagai tingkatan di Melbourne.

Selain diikuti oleh para aktifis pemerhati kebijakan NAPZA di Indonsia, kegiatan ini juga diikuti para aktifis dari Nepal, Kamboja dan Myanmar.(YS/Gen)