Berita Internasional Kebijakan

Tidak Siapkan Layanan Opiat Sintetis, Korsel Dinilai Gagal Sebagai Tuan Rumah ICAAP 10

ICAAP 10, Busan - Korsel

Bangkok – Asia Catalyst bersama 25 organisasi jaringan regional lainnya meminta panitia International Congress on AIDS in Asia and the Pacific (ICAAP) 10 segera menyediakan layanan metadon dan bufrenofin dalam event bergengsi HIV/AIDS se-Asia Pasifik, yang berlangsung di Busan, Korea.

Menurut Asia Catalyst sulitnya akses terhadap metadon dan bufrenorfin ini dapat dianggap sebagai bentuk diskiriminasi dan penghalang bagi para peserta konferensi, khususnya yang berasal dari kelompok pengguna NAPZA (narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya).

“Kami menyesalkan pernyataan panitia ICAAP 10 yang menyatakan tidak akan menyediakan Matadone dan bufrenorfin bagi para pengguna NAPZA yang akan menghadiri konferensi internasional AIDS se-Asia Pasifik yang akan berlangsung di Busan, Korea Selatan 26-30 Agustus mendatang,” ungkap Asia Catalyst dalam surat tertulisnya yang diterima NapzaIndonesia.com, Rabu (17/8)

Membawa metadone dan bufrenorfin masuk ke Korea pun harus sepengetahuan dan seijin badan obat dan makanan Korea (Korea Food and Drug Administration / KFDA).

Menurut Asia Catalyst hal ini bukan solusi yang tepat karena untuk beberapa negara tertentu seperti China memiliki peraturan yang sangat ketat tentang opiat sintetis tersebut.

“Di China menggunakan substitusi berupa opiat sintesis seperti metadon dan bufrenorfin hanya dilegalkan jika di dalam klinik, sementara jika kedua jenis opiat sintetis tersebut dibawa keluar dari klinik maka akan dianggap sama dengan narkotika ilegal.” papar Asia Catalyst.

Sebagai organisasi jaringan regional, Asia Catalyst sendiri membiayai keberangkatan beberapa aktifis jaringan pengguna NAPZA dari china yang diundang untuk menghadiri konferensi ICAAP 10.

“Tidak disiapkannya metadon dan bufrenorfin ini sebagai bagian kegagalan pemerintah Korea Selatan, karena telah mengabaikan permintaan para peserta konferensi khususnya para pengguna NAPZA dari China yang berencana menghadiri ICAAP 10,” papar Asia Catalyst.

Persoalan yang sama juga dialami para peseerta konferensi dari Malaysia dan Myanmar.

Kendati dibeberapa negara asia lainnya memiliki aturan yang lebih longgar, namun para peserta yang berasal dari kelompok pengguna NAPZA tidak akan mengambil resiko atas kesehatan mereka dalam konferensi yang akan berlangsung pekan depan mendatang.(Gen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *