Berita Berita Internasional Riset

THC Dalam Ganja Kembalikan Fungsi Indera Pengecap Pasien Kanker

London – THC yang menimbulkan sensasi ‘melayang’ pada ganja dapat menolong pasien kanker mengembalikan indera pengecap mereka, demikian para peneliti mengungkapkan.

Kelompok pasien kanker stadium lanjut yang diobati melalui kemoterapi diberi kapsul-kapsul yang berisi THC (senyawa psikoaktif dalam ganja) atau pil serupa yang tidak berisi apapun. 21 responden diminta mengkonsumsi pil tersebut selama 18 hari dan kemudian diminta mengisi kuesioner.

Para peneliti dari University of Alberta, Canada, mendapati 73% dari responden yang mengkonsumsi pil THC mengalami peningkatan nafsu makan, dibandingkan 30% yang mengkonsumsi pil plasebo.

Lebih dari 50% konsumen THC mengatakan pil yang mereka telan ‘membuat makanan terasa lebih enak’.

Kelompok responden pengkonsumsi THC juga melaporkan kualitas tidur dan relaksasi yang lebih baik dari responden pengkonsumsi plasebo.

Peneliti senior Profesor Wendy Wismer mengatakan penemuan tersebut sangat penting karena kanker dan perawatan terkait kanker dapat melumpuhkan selera makan dan mengakibatkan penurunan berat badan drastis.

Banyak pasien kanker makan lebih sedikit. Mereka mengatakan, bau dan rasa daging terasa tidak nyaman selama menjalani perawatan kanker.

“Dalam waktu lama, tidak seorangpun berfikir ada yang bisa mengubah situasi ini,” cetus Profesor Wismer.

“Pasien kanker sering diberi pengarahan untuk bertahan menghadapi masalah kemosensori dengan mengkonsumsi makanan tawar, dingin dan tak berwarna. Hal ini mengakibatkan penurunan jumlah asupan makanan dan kenikmatan makan.

Profesor Wismer mengatakan, dokter yang merawat pasien kanker harus mempertimbangkan terapi THC untuk mengatasi kehilangan selera makan, indera penciuman dan selera.

THC sangat mudah ditoleransi tubuh, dan tidak ada efek samping yang timbul pada responden pengkonsumsi THC. Artinya, terapi jangka panjang THC dapat disarankan sebagai salah satu pilihan, demikian imbuh Profesor Wismer.

Ganja adalah NAPZA golongan  di Inggris, dan ilegal untuk dimiliki, diberikan atau dijual.

Penelitian diatas dipublikasikan di Jurnal Tahunan Onkologi yang dikelola oleh the European Society for Medical Oncology.(dm/prc)