Advokasi Berita Lembaga

Tes Urine Saja Tidak Cukup Membawa Pengguna Napza Diproses Hukum

Semarang – Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Semarang, Jawa Tengah tidak akan melakukan proses hukum bagi para pengguna narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (napza), kendati hasil tes urine-nya positif.

Namun, jika seorang pengguna napza mengantongi barang bukti narkoba, maka yang bersangkutan akan diproses hukum sesuai pasal 112 UU 35/2009 tentang Narkotika.

“Kami tidak akan melakukan proses hukum pada para pecandu narkoba jika hasil tes urine yang bersangkutan positif, sementara yang bersangkutan tidak membawa barang bukti,” tegas AKP Herwana, Kepala Urusan Pembinaan Operasional (Kaur Bin Ops) Satuan Narkoba Polrestabes Semarang, Kamis (28/4) siang.

Menurut Herwana, untuk membawa seorang pecandu narkoba ke ranah hukum, saat ini polisi tidak dapat sembarangan seperti dulu lagi, karena pihak pengadilan membutuhkan minimal dua alat bukti persidangan. Sebab itu, hasil tes urine saja tidak cukup atau tidak dapat dijadikan alat bukti persidangan.

“Tetapi jika saat diri pecandu tersebut diperiksa dan polisi menemukan barang bukti narkoba, maka yang bersangkutan akan ditetapkan menjadi tersangka atas kepemilikan narkoba,” tegas Herwana di sela-sela acara Dialog Terbuka Polisi dan Pecandu, Peluang Dekriminalisasi Pecandu Berdasarkan UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, yang diselenggarakan NapzaIndonesia.com bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Semarang dan Komunitas Performa Semarang.

Herwana juga menambahkan bahwa pihak Polrestabes Semarang sangat mendukung program Harm Reduction, yang merupakan salah satu program resmi pemerintah terkait pengurangan dampak buruk terhadap penyebarluasan HIV dan AIDS di Jawa Tengah.(Gen)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *