Berita Berita Nasional

Terungkap, Jaringan Pengedar NAPZA Internasional Dikendalikan dari LP Nusakambangan

Peredaran NAPZA dari balik Penjara

Nusakambangan – Polisi berhasil mengidentifikasi jaringan pengedar NAPZA internasional yang dikontrol oleh seorang narapidana kasus narkotika dari LP Super Maximum Security Nusakambangan, berinisial TK.

“Tersangka TK telah beberapa kali dipidana karena kasus peredaran NAPZA ilegal,” ungkap Kombes Baharudin Djafar Kabid Humas Polda Metro Jaya pada Rabu (21/9).Baharudin menyatakan bahwa pihak Kepolisian telah menahan empat tersangka yang terlibat sindikat perdagangan NAPZA internasional.

Dari keempat tersangka, polisi menyita 51.729 butir pil ekstasi, 1.5 kg shabu dan timbangan elektrik, demikian pernyataan Kombes Nugroho Aji DirNarkoba Polda Metro Jaya.

Menurut Nugroho, penyidik juga akan menanyai T.K yang disinyalir merupakan tokoh dibalik aktivitas peredaran NAPZA yang dilakoni empat tersangka lainnya. “T.K sendiri menggunakan fasilitas telepon seluler untuk mengendalikan bisnisnya dari dalam penjara,” sergah Nugroho.

Barang bukti shabu berasal dari Iran, sementara pil ekstasi didapatkan dari Belanda.

Jalur peredaran NAPZA yang melibatkan T.K melewati Malaysia menuju Medan, kemudian dikirimkan lewat laut ke Jakarta.

Nugroho mengatakan, keempat tersangka akan dikenai beberapa pasal UU 35/2009 tentang Narkotika yang sanksinya berkisar antara 5 tahun penjara sampai dengan pidana mati.(ant/YS)