Berita Peristiwa

Tersangka Kasus Narkotika Akui Membeli Shabu Dari Lapas

Semarang – Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang menangkap enam tersangka kasus narkoba di beberapa tempat terpisah dengan barang bukti yang berbeda.

Barang bukti yang disita polisi dari penangkapan enam tersangka ini adalah shabu seberat satu gram, 15 butir ekstasi, tiga paket ganja diap edar, timbangan digital dan telepon selular.

Salah satu tersangka yaitu MF (32) mengaku membeli shabu dari seseorang yang posisinya di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Ia mengaku memesan shabu melalui telepon, dan dalam dua bulan terakhir sudah melakukan transaksi sebanyak empat sampai lima kali.

“Namanya Bos. Saya tidak kenal dan belum pernah ketemu. Ia mengaku posisinya didalam Lapas, tapi tidak menyebutkan di Lapas mana,” ujarnya saat gelar kasus narkotika di Polrestabes Semarang, Kamis (25/4).

Ayah dua anak ini mengaku membeli shabu dengan harga per gram Rp 1.250 juta, minimal pembelian adalah satu gram. Ia sendiri mengaku membeli paling banyak dua gram, sebagian untuk dipakai sendiri dan sisanya dijual dalam paket-paket kecil.

Pria yang mengaku berprofesi sebagai karyawan perusahaan angkutan ini juga mengaku bahwa ia sampai bisa membeli shabu dari Bos di Lapas atas rekomendasi dari salah satu temannya.

“Pembayarannya melalui transfer ke rekening yang berbeda-beda. anomor rekeningnya diberitahu lewat SMS. Setelah ransfer biasanya saya diberitahu tempat pengambilan barangnya. Terakhir saya mengambil di sebuah alamat di Jalan Halmahera Semarang,” tambahnya.

Tersangka lain yang ditangkap adalah AB (32) warga Gajahmada kabupaten Batang, YH (22) warga Margayu Selatan Bandung, DK (29) warga Wonosari Semarang, ST (45), TN dan DR warga Bandarjo Semarang.

Dalam pengakuannya, DK membeli shabu dari ST, dan ST membeli paket kecil shabu dari seseorang yang tidak dikenal seharga Rp 200ribu.

Sementara DR yang ditangkap dengan barang bukti ineks mengaku bertransaksi via SMS.

Keenam tersangka ini ditangkap di tempat berbeda yaitu Jalan Imam Bonjol, kawasan Pasar Boom Lama dan kawasan Sompok Semarang.

“Sampai saat ini kasusnya masih kami kembangkan dan melakukan penyelidikan atas keterangan-keterangan yang diberikan tersangka,” ujar Kapolrestabes Semarang Kombes Elan Subilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *