Berita Nasional Hukum

Terlibat Peredaran Narkotika, Mantan Kalapas Nusakambangan Dituntut 20 Tahun Penjara

Lapas Nusakambangan

Cilacap – Marwan Adli, mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Pulau Nusakambangan, Selasa malam (27/12), dituntut hukuman 20 tahun penjara dan denda Rp.1 miliar subsider satu tahun kurungan.

Tuntutan tersebut disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eko Bambang, kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Cilacap yang diketuai Budiarto serta beranggotakan Santosa dan Hasanuddin dalam sidang lanjutan kasus peredaran narkotika dan tindak pidana pencucian uang.

Dalam berkas tuntutannya JPU menyatakan, berdasarkan fakta-fakta selama persidangan, terdakwa Marwan Adli terbukti secara sah menyalahgunakan jabatannya sebagai Kalapas Narkotika Pulau Nusakambangan sebagaimana tercantum dalam surat dakwaan.

Menurut JPU, terdakwa terbukti mengetahui adanya peredaran narkoba yang dikendalikan seorang narapidana Lapas Narkotika bernama Hartoni Jaya Buana yang dalam kasus ini disidangkan secara terpisah.

Bahkan terdakwa Marwan Adli terbukti memfasilitasi Hartoni dan melakukan permufakatan jahat guna menjalankan tindak pidana pencucian uang.

Dalam hal ini terdakwa Marwan Adli didakwa dengan tiga dakwaan, yakni dakwaan pertama primer sesuai Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sementara dalam dakwaan kedua sesuai Pasal 137 huruf b UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan dakwaan ketiga sesuai Pasal 5 ayat 1 juncto Pasal 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang.

“Oleh karena fakta-fakta dalam persidangan telah memenuhi unsur-unsur dalam dakwaan tersebut, kami mohon kepada majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman selama 20 tahun penjara dan denda sebesar Rp1 miliar subsider satu tahun kurungan kepada terdakwa Marwan Adli,” kata Eko.

Ketua Majelis Hakim Budiarto mengatakan sidang ditunda selama satu minggu untuk memberi kesempatan penasihat hukum terdakwa Marwan Adli menyusun pembelaan.

“Sidang ditunda selama satu minggu untuk mendengarkan pembelaan dari terdakwa,” katanya.(Ant/G)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *