Berita Daerah Kebijakan Nasional

Terjaring Kasus Narkoba, Kodam I Bukit Barisan Pecat 21 Prajurit dari Kedinasan

Medan – Kodam I Bukit Barisan melaksanakan upacara Pemberhentian Dengan Tidak Hormat 21 prajurit dari Dinas Keprajuritan TNI AD dalam suatu upacara militer yang dipusatkan di Lapangan Benteng, Medan, Jumat (17/2). Adapun ke-21 prajurit yang dipecat ini terdiri dari 3 perwira pertama, 7 bintara, dan 11 tamtama.

Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen Lodewyk Pusung dalam sambutan yang dibacakan Kasdam I Bukit Barisan, Brigjen TNI Tiopan Aritonang menyatakan bahwa secara pribadi mau pun dinas Ia tidak menginginkan pemecatan para prajurit. Namun demi tegaknya hukum, maka pemecatan tersebut harus dilaksanakan.

“Kegiatan tersebut, merupakan wujud nyata dan keseriusan pimpinan TNI AD dan Kodam I/BB dalam menegakkan hukum secara tegas, konsekuen dan tanpa pandang bulu,” ucapnya.

Ia mengatakan, hal itu berlaku untuk semua tingkat dan semua pangkat, karena kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika dan desersi adalah perbuatan yang merusak citra prajurit, institusi TNI AD serta masa depan bangsa.

Tindakan tersebut diberikan agar dapat memberi efek jera kepada prajurit bersangkutan dan menjadi pelajaran bagi seluruh prajurit, serta PNS Kodam I/BB, sehingga akan berpikir panjang apabila hendak melakukan pelanggaran.

TNI AD mendapatkan apresiasi sebagai lembaga paling dipercaya publik, memiliki nama yang harum, namun tiba-tiba dirusak dan dihancurkan oleh beberapa oknum dengan kasus narkoba dan desersi.

“Ini adalah tantangan berat yang memerlukan keseriusan, agar TNI bersih dari narkoba,” katanya.

Dalam laman AntaraNews, Pangdam I Bukit Barisan mengingatkan kepada prajurit dan PNS, serta keluarga besar Kodam I/BB agar tidak ada lagi yang terlibat dengan narkoba karena tidak ada satu pun prajurit dan PNS yang kebal terhadap hukum.

Kepada para komandan satuan, diingatkan untuk meningkatkan pengawasan dan kepeduliannya terhadap para anggota beserta keluarganya.

Untuk itu, diminta untuk memberikan pengawasan dan arahan serta pemahaman tentang aturan dan norma yang berlaku secara terus menerus dan menyeluruh, serta menciptakan komunikasi dua arah antara pimpinan dengan yang dipimpin.

Prajurit harus menyadari pentingnya kehidupan beriman dan memaknainya dengan sungguh-sungguh serta membuang niat jahat untuk melakukan tindak pidana dan pelanggaran sekecil apapun.

“Semua orang memiliki potensi untuk melakukan pelanggaran, tetapi memiliki iman yang kuat akan mampu mereduksi niat tersebut,” kata mantan Pangdiv 1- Kostrad itu.

Dalam upacara pemecatan ini dihadirkan lima orang perwakilan, dimana 4 orang diantara terlibat dalam kasus narkoba, ada pun keempatnya masing-masing terdiri dari Kapten Cpm Ahmad Davis Kurniadi (perwira Pomdam I/BB), Serka Kornelis Ginting Suka (Bintara Pomdam I/BB), Praka Muhammad Ali Nafiah (Tamtama Kiwal Denmadam I/BB) dan Pratu Iwandar Sianturi (Tamtama Yonif 121/MK Brigif 7RR). Sedangkan seorang lagi, perwakilan dari tamtama yang terjaring kasus disersi. (AntaraNews / Gentry A.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *