Berita Nasional Hukum Kebijakan Daerah

Terbukti Selundupkan Hasish, Warga Jerman Dihukum Seumur Hidup

Penjara
Penjara

Mataram – Rolf Oskar Josef Schweikert (57), warga negara Jerman yang terbukti menyelundupkan hasish seberat 3,7 kilogram, divonis hukuman penjara seumur hidup oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (1/5).

Sidang putusan itu dipimpin Pastra Joseph Ziralluo selaku ketua majelis hakim, dibantu Sari Sudarmi dan Jon Sarman Saragih, masing-masing sebagai anggota majelis hakim.

Terdakwa didampingi penasehat hukumnya Andre Rahmad dari AR and Pram Law Office Bali, dan seorang penerjemah yang disediakan Pengadilan Negeri Mataram.

Hadir pula Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara penyelundupan hasish tersebut yakni I Ketut Gede Eka Swara.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan, Rolf terbukti secara sah dan meyakinkan memasok narkotika jenis tanaman lebih dari lima gram ke wilayah Indonesia tanpa hak (tanpa sepengetahuan Pemerintah Indonesia), sehingga dipidana penjara seumur hidup.

Vonis itu sesuai dengan tuntutan JPU pada persidangan sebelumnya, yang mengacu kepada pasal 113 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Majelis hakim menyebut hal-hal yang memberatkan dalam penyusunan tuntutan yakni terdakwa tidak mengakui perbuatannya, dan hal-hal yang meringankan terdakwa tidak pernah dihukum.

Dalam perkara itu, Rolf terlibat penyelundupan hasish sebanyak 3,7 kilogram yang disembunyikan dalam koper khusus, namun diketahui petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Mataram di BIL, setelah membongkar koper tersebut.

Modus yang digunakan Rolf adalah menyembunyikan narkotika di dinding koper yang sudah direkayasa sedemikian rupa atau dikenal sebagai modus false compartment.

Rolf merupakan penumpang pesawat Silk Air nomor penerbangan MI 128, yang “inbound” dari Nepal transit di Bandara Changi Singapura, tujuan Lombok (Indonesia), yang tiba di BIL, Sabtu, 13 Oktober 2012 pukul 19.00 Wita.

Bahkan, warga Jerman itu juga telah mengantongi tiket penerbangan keluar dari Indonesia, yang dijadwalkan 22 Oktober 2012, via Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, menuju Malaysia.

Atas putusan majelis hakim ini, terdakwa menyatakan pikir pikir.(Ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *