Berita Nasional Hukum

Tangan Tersangka Shabu Patah, Keluarga Lapor ke Propam Polda Bali

Polda Bali

Denpasar – Keluarga tersangka kasus psikotropika jenis shabu melaporkan anggota Direktorat Narkoba Polda Bali ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) dengan tuduhan telah mematahkan tangan tersangka Reza Umar Syammakh.

“Saya sudah melapor ke Propam dan nomor laporannya tercatat LP/36/V/2011 pada Jumat (6/5) lalu. laporan itu diterima oleh petugas Propam bernama Ngakan Nyoman Tapa,” ujar Fahmi, kakak tersangka narkoba bernama Reza Umar Syammakkh (14) di Denpasar, Minggu (8/5).

Fahmi melaporkan perbuatan anggota polisi yang belum diketahui identitasnya tersebut karena telah mematahkan tangan adiknya saat proses penyidikan.

Fahmi, mengungkapkan, adiknya tersebut ditangkap anggota Ditnarkoba Polda Bali pada Rabu (4/5) lalu sekitar pukul 20.15 Wita di depan Toko UD Sari Arta, Jalan Erlangga No 19, Singaraja, Kabupaten Buleleng.

Tersangka Reza ditangkap karena kedapatan membawa 1,04 gram shabu-shabu.

“Kalau memang adik saya salah, kami keluarganya menerima dan silahkan diproses secara hukum, tapi jangan melanggar hukum itu sendiri dengan mematahkan tangan adik saya,” katanya.

Fahmi berharap Bidpropam segera mengusut penganiayaan yang dilakukan polisi terhadap adiknya tersebut, kendati pihak keluarga tidak tahu siapa anggota Ditnarkoba Polda Bali yang telah menganiaya adiknya tersebut.

Sementara Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hariadi yang dihubungi secara terpisah mengatakan, untuk proses hukum terhadap petugas polisi yang melanggar akan dilaksanakan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

“Untuk proses hukum dilaksanakan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Untuk laporan keluarga soal perlakuan kepada tersangka perlu saya konfirmasi dulu ke penyidik dan Propam,” ujar Hariadi.(Ant/Gen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *