Berita Daerah Tembakau & Rokok

Tanaman Tembakau Terjangkit Virus, Petani Resah

Sleman – Munculnya virus yang menyerang dan memakan batang tanaman tembakau meresahkan petani tembakau di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Demikian disampaikan Supriyanto, salah seorang petani tembakau di Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman pada Selasa (18/7). Menurutnya, virus ini belum diketahui nama, jenis dan cara menanggulanginya hingga saat ini.

“Yang diserang virus ini adalah tanaman tembakau pada batang yang usianya masih muda. Virus memakan batangnya hingga putus dan tak lama kemudian tanamanpun mati,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa virus ini tidak pernah muncul sebelumnya, dan baru mulai menyerang pada masa tanam sekarang. Karena virus ini menyerang tanaman muda, akhirnya menyebabkan tanaman-tanaman tembakau yang mulai tumbuh kemudian mati.

Keadaan ini dibenarkan oleh Sujarwi, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Sleman.  Menurutnya, virus aneh ini sebelumnya pernah ditemukan pada 2009, dan biasanya tanaman tembakau yang diserang rata-rata sudah berusia dua pekan.

“Ini jarang sekali terjadi. Kemarin saya mendapati tanaman tembakau saya tiba-tiba mati. Petani lain juga ada yang melaporkan tanamannya mati mendadak. Entah virus atau entah hama apa namanya, saya juga belum tahu,” katanya.

Fenomena ini seringkali disebut dengan serangan kroto oleh para petani karena hamanya sangat kecil, bahkan cenderung tidak terlihat. Menurut Suwarji, fenomena ini belum bisa dikatakan mewabah karena dari satu hektare areal tanaman tembakau, hanya beberapa bibit tanaman saja yang diserang.

“Penanggulangannya dengan cara disemprot, karena belum banyak tanaman yang diserang. Tetapi kami berharap jangan sampai mewabah. Sampai sekarang kami masih menunggu laporan dari para petani yang lain,” tutupnya. (AM/IH)