Berita Lembaga Peristiwa

Surveyor: Penasun Juga Manusia Yang Berhak Mendapat Perhatian Pemerintah

Pelaksanaan survey pada penasun

Semarang – Pengguna narkotika, psikotropika dan zat adiktif (napza) suntik atau penasun adalah manusia yang wajib mendapatkan perhatian dari pemerintah. Tidak selamanya penasun itu negatif, bahkan cenderung melakukan banyak hal-hal yang positif.

“Kalau mengenal mereka secara langsung, banyak juga penasun yang mampu berkarya secara positif dan berguna bagi masyarakat. Jauh sekali dari gambaran bahwa mereka hanya bisa melarikan diri dari masalah dengan menggunakan napza.” ungkap Lutfi Afifi, mahasiswa Univesitas Diponegoro (Undip), Semarang saat ditemui Napzaindonesia.com di lokasi survey, Selasa (1/2) siang.

Kesan ketika bertemu langsung dengan penasun sangat jauh dari bayangan awal yang menyeramkan.

“Ini merupakan survey pertama saya, dan senang sekali terlibat dalam tim pewawancara di komunitas penasun. Banyak hal baru yang saya dapat, salah satunya dapat berinteraksi langsung dengan penasun”, imbuh mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat yang terlibat dalam tim Survey Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

Selama tiga hari berinteraksi, Lutfi Afifi dapat kesan bahwa banyak juga penasun yang produktif, kreatif dan melakukan hal positif lainnya.

“Semoga pemerintah kita lebih memperhatikan pengguna NAPZA dari sisi positif melalui kreatifitas yang mereka ciptakan,” imbuhnya lagi.

Pelaksanaan hari ketiga Survey Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP) Dinas Kesehatan untuk wilayah Jawa Tengah sudah mewawancarai sedikitnya 40 orang pengguna NAPZA.

Tim survey yang turun ke lapangan untuk beinteraksi langsung dengan penasun terdiri dari beberapa elemen masyarakat.

Beberapa orang yang terlibat dalam STBP ini adalah dua petugas Dinas Kesehatan, satu orang petugas laboratorium dari Puskesmas, satu orang konselor LSM HIV/AIDS dan seorang mahasiswa.(IH/Gen)