Advokasi Berita Nasional Peristiwa

SIRABIN Desak Pemerintah Tidak Menggunakan Standar Ganda Lagi

SIRABIN

Canggu – Pemerintah Indonesia diimbau tidak lagi menerapkan standar ganda dalam menyelesaikan persoalan narkotika secara nasional. Disatu sisi pemerintah telah memasukkan program rehabilitasi terhadap pengguna narkoba, akan tetapi disisi lain pemenjaraan terhadap pengguna narkoba masih cukup tinggi di seluruh Indonesia.

Imbauan ini disampaikan Aliansi Rakyat untuk Perubahan Kebijakan NAPZA (SIRABIN) terkait peringatan International Drug Users Day atau Hari Pecandu Internasional yang diperingati pada 1 November setiap tahunnya.

“Kami meminta pemerintah, untuk benar-benar fokus terhadap program rehabilitasi pengguna narkoba dan bukan malah memenjarakan para pengguna narkoba, seperti yang selama ini terjadi,” ungkap Yvonne Sibuea, juru bicara SIRABIN, di Canggu, Kuta, Bali, Selasa (1/11).

Menurut Ia, pemenjaraan pengguna narkoba hanya akan menguras anggaran negara dalam hal ini APBN/APBD dan tidak merubah keadaan menjadi lebih baik. Karena fakta di lapangan menunjukkan justru terjadi peningkatan kasus-kasus narkotika di seluruh daerah di Indonesia.

“Pada tahun 2009 lalu BNN menyebutkan terdapat 3,8 juta pengguna NAPZA dan pada Mei 2011, BNN mengumumkan ada 5juta pengguna NAPZA (pecandu). Artinya ada peningkatan 1,2juta pengguna NAPZA,” terang Yvonne.

Sementara Koordinator Forum Korban NAPZA (FORKON), Jakarta, Heru Pribadi mengimbau agar pemerintah benar benar memperhatikan akses layanan kesehatan yang masih saja diskriminatif terhadap pecandu.

“Akses kesehatan bagi para pecandu seharusnya mudah dijangkau, nyaman dan tersebar menyeluruh di banyak tempat dan tidak disatu tempat saja,” ungkap Heru Pribadi.(Gen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *