Berita Berita Internasional Hukum Peristiwa

Siarkan Langsung Momen Eksekusi Bandar Narkoba Myanmar, China Tuai Protes

Naw Kham
photo: Wang Shen/Xinhua/Associated Press

Beijing – Di negara dimana eksekusi mati adalah peristiwa yang biasa terjadi, proses eksekusi suntik mati bandar narkoba Myanmar dan 3 anak buahnya pada Jumat (1/3) mendapatkan porsi khusus selama 2 jam di televisi lokal China, CCTV.

Naw Kham, bandar narkoba asal Myanmar dan anak buahnya divonis hukuman mati atas pembunuhan 13 pelaut berkewarganegaraan China dalam sebuah serangan pada 2 kapal barang di sungai Mekong di tahun 2011.

Peristiwa pembunuhan tersebut menyulut kemarahan masyarakat China, tetapi keputusan televisi nasional untuk menyiarkan langsung momen menjelang eksekusi Naw Kham juga tak luput dari kecaman keras.

Walaupun program siaran langsung CCTV diakhiri tepat menjelang pelaksanaan eksekusi, momen ini merupakan yang pertama bagi China untuk menyiarkan detik-detika menjelang eksekusi mati, demikian laporan BBC. Pengguna internet di China mengungkapkan pendapat atas program khusus ini, terasa seperti kembali ke masa lalu China dimana parade menjelang eksekusi mati sangat biasa dilakukan.

Los Angeles Times memberitakan, “Di satu titik, siaran langsung dialihkan dari saat-saat eksekusi, kemudian ditampilkan beberapa anak membawa karangan bunga dalam sebuah upacara patriotik untuk memberi penghargaan pada para penyelidik yang bekerja keras menangkap kelompok bandar narkoba Myanmar tersebut. Televisi China juga menyiarkan wawancara khusus dengan Naw Kham yang direkam dalam minggu ini, dimana Naw Kham mengungkapkan, ‘Saya takut pada kematian. Saya ingin hidup. Saya tidak ingin mati. Saya memiliki anak-anak. Saya takut.”

Los Angeles Times juga mengutip pengacara hak asasi manusia asal China, Liu Xiaoyuan yang melalui akun microblog-nya mengatakan, “Parade di televisi ini bukan saja merupakan pelanggaran etik, tetapi juga pelanggaran terhadap regulasi penanganan kasus kriminal, bahwa hukuman mati tidak seharusnya dipaparkan di depan publik.”

Kantor berita China, Xinhua, memberitakan bahwa Naw Kham dan anak buahnya terbukti merencanakan dan bekerjasama dengan tentara Thailand dalam sebuah serangan terhadap 2 kapal barang China, Hua Ping dan Yu Xing 8, pada 5 Oktober 2011, di sungai Mekong. Atas instruksi Naw Kham, beberapa anak buahnya juga telah menculik beberapa pelaut China dan membajak kapal barang mereka untuk ditukarkan dengan tebusan, ini terjadi pada April 2011. (npr/YS)