Berita Nasional Peristiwa

Shabu di Semarang Mulai Rambah Warga Miskin

Polri

Semarang – Peredaran shabu di Semarang yang sebelumnya menjangkau kalangan ekonomi menengah ke atas, kini sudah menjangkau kalangan ekonomi menengah ke bawah. Hal ini terungkap setelah pekan lalu polisi menangkap para pengguna shabu mulai dari tukang sate hingga supir angkutan umum.

Petugas Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang menangkap keempatnya secara terpisah di rumah masing-masing tersangka.

Keempat tersangka ini masing-masing berinisial AE, MA, AG dan AM. AE adalah warga Semarang Barat yang tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran, MA warga Gisikdrono, Semarang Barat, yang berprofesi sebagai penangih hutang.

AG (30) adalah supir angkutan kota yang kerap mangkal di Terminal Mangkang, Semarang Barat dan AM (38) adalah penjual sate.

Kepada petugas, AM mengaku mulai ketagihan menggunakan shabu berawal dari coba-coba setahun silam.

“Awalnya dari coba coba setahun silam, kini saya biasa mengkonsumsi shabu dalam paketan 0,5gram dengan harga Rp.700 ribu per-paketnnya.” papar AM. Sementara tersangka MA mengaku baru dua kali ini membeli shabu.(WJ/G)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *