Peristiwa

Sepi Order Kerjaan, Kuli Bangunan Jualan “Ciu”

Polri

Mijen – Minuman keras oplosan kembali marak beredar di Mijen, Kab. Semarang. Harga yang cukup murah dan terjangkau masyarkaat ekonomi menengah ke bawah ini membuat peredaran minuman keras ini kembali populer di kalangan warga.

Minuman keras tradisional jenis ciu misalnya, hanya dipatok dengan harga Rp.20.000/botolnya. Berbeda dengan minuman keras produksi pabrikan yang harga minimalnya mencapai Rp.60.000/botolnya.

Pekan ini saja, polisi setidaknya menyita puluhan liter ciu yang disimpan dalam 70 botol bekas air mineral berukuran 1,5 liter dan dua jerigen besar.

Puluhan liter ciu ini disita dari tangan tiga penjual ciu.

“Kami menangkap ketiganya di warung yang terletak di depan rumah masing-masing,” papar AKP Hamka Mappaita, Kapolsek Mijen.

Ketiganya masing-mmasing berinisial Ko (49) warga Karangmalang, Ba (38) warga Wonorejo-Pesantren dan Tau (33) warga Bandungsari-Tambangan.

Kepada petugas, Tau mengaku bahwa baru berjualan 3 bulan terakhir setelah pekerjaannya sebagai kuli bangunan sepi “order”. Ia membeli ciu dari seseorang di Boja, Kendal seharga Rp.15.000/liternya.(Wj/G)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *