Berita Daerah HIV/AIDS

Seluruh Puskesmas di Bali Ditargetkan Segera Miliki Klinik VCT

Denpasar – Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPAD) Bali menargetkan segera membangun klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) di seluruh puskemas di Bali. Adapun klinik VCT ini adalah klinik test HIV/AIDS yang dilakukan secara sukarela.

Hingga saat ini KPAD Bali baru berhasil membangun 13 klinik VCT di 9 kabupaten/kota di Bali. Pembangunan klinik VCT ini sebagai implementasi dari hasil konferensi HIV/AIDS dunia yaitu mewujudkan universal akses atau akses yang lebih luas bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Koordinator Program KPAD Bali, Yahya Anshori saat ditemui Selebzone.com di Denpasar (30/11) mengatakan bahwa dalam 3 tahun kedepan dari sekitar 115 puskesmas di seluruh Bali, 50 persen diantaranya ditargetkan telah dilengkapi dengan klinik VCT.

Menurut Yahya Anshori, hambatan dari pengembangan klinik VCT saat ini adalah masih terjadinya diskriminasi terhadap ODHA, sehingga masyarakat enggan untuk memeriksakan status HIV-nya.

”Kendalannya partisipasi dari masyarakat untuk membuka dirinya. Sehingga gerakan untuk membuka status HIV itu belum ada kesadaran” ujar Yahya Anshori.

Koordinator Program KPAD Bali Yahya Anshori menyampaikan KPAD Bali juga sedang mengupayakan pembangunan klinik VCT di pelabuhan-pelabuhan di Bali. Mengingat buruh-buruh pelabuhan sangat beresikko terhadap penularan HIV/AIDS. Hingga saat ini baru 2 pelabuhan di Bali yang telah memiliki klinik VCT yaitu pelabuhan Benoa dan Celukan Bawang.(Mul)