Hukum

Selundupkan Shabu ke Indonesia Divonis 9 Tahun Penjara

Denpasar – Munasiroh (26), pelaku penyelundupan shabu-shabu, Kamis (28/4) dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Mahasiswi asal Demak yang sedang kuliah di Malaysia ini dianggap terbukti bersalah menyelundupkan shabu-shabu yang dibawanya dari Thailand.

“Perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur-unsur pasal 113 ayat 2 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang mengimpor narkotika dan maka menjatuhkan pidana penjara selama sembilan tahun, dikurangi masa tahanan dan membayar denda sebesar Rp1 miliar, subsider tiga bulan penjara,” tegas Ketua Majelis Hakim IGB Komang Wijaya Adi saat membacakan vonis di Pengadilan Negeri Denpasar.

Adapun putusan majelis hakim ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ketut Sujaya, SH sebelumnya yakni 11 tahun penjara.

Menurut majelis hakim, keputusan hukuman itu dijatuhkan karena terdapat hal yang memberatkan, yakni perbuatan terdakwa bertentangan dengan upaya pemerintah untuk memberantas peredaran narkotika di Indonesia.

“Sementara hal yang meringankan terdakwa, yakni bersikap sopan dalam persidangan dan belum pernah dihukum,” lanjut hakim.

Atas putusan ini terdakwa menyatakan menerima hukuman tersebut tanpa keberatan.

Sebelumnya, Munasiroh ditangkap di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali sesaat setelah turun dari pesawat Thai Airways pada Senin 8 November 2010.

Petugas bandara yang curiga terhadap Munasiroh, langsung memeriksa dan menggeledahnya. Petugas menemukan beberapa paket shabu-shabu dengan total berat 164,46 gram dan 263,51 gram yang disimpan di dalam bra dan celana dalam.

Bedasarkan pengakuan terdakwa saat itu kepada polisi, barang tersebut diperoleh dari salah seorang yang mengaku bernama Lina saat terdakwa berada di dalam kamar Hotel CNK lantai 5 Nomor 591 Patanakan No 40, Bangkok, Thailand.

Rencananya shabu akan dibawa ke Jakarta dan terdakwa dijanjikan uang sebesar 4.000 dolar Amerika Serikat.

Dari penangkapan terdakwa, polisi mengembangkan kasus tersebut dan berhasil menangkap dua pelaku lainnya yakni Edi Supriadi dan istrinya yang merupakan terdakwa dalam berkas terpisah. Kedua orang ini merupakan orang suruhan Joe, calon penerima shabu-shabu yang dibawa terdakwa.(Ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *