Peristiwa

Selundupkan Hashis, WN Denmark Dituntut Seumur Hidup

sidang narkoba

Denpasar – Dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pada Rabu (20/7), seorang warga negara Denmark TR (37) didakwa hukuman penjara seumur hidup oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gede Raka Arimbawa atas kasus penyelundupan hashis seberat 218,23 gram.

Terdakwa TS ditangkap oleh petugas Direktorat Narkoba Polda Bali di area parkir Bandara Internasional Ngurah Rai, Tuban pada Rabu (3/3) siang, minggu lalu.

“Terdakwa dapat dijerat dengan Pasal 113 ayat 1, 111 ayat 1, atau 127 ayat 1 huruf 1a Undang-undang (UU) RI No. 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup,” ujar JPU saat membacakan surat dakwaan dihadapan Majelis Hakim Amzer Simanjuntak.

Menurut hasil pemeriksaan polisi, TS sebelumnya sudah berkali-kali datang ke Bali untuk mengantarkan pesanan narkoba. Saat ditangkap, TS baru saja turun dari pesawat Thai Airways TG 431.

Petugas menangkapnya di area parkir bersama dengan kekasihnya CL yang menjemputnya, setelah sebelumnya lolos dari pemeriksaan di pintu kedatangan penumpang di Bandara Internasional Ngurah Rai.

Menurut informasi, TS dan kekasihnya memang menjadi buruan Interpol karena diduga sejak lama menjadi bagian sindikat narkoba lintas negara.

Barang bukti berupa hashis itu disembunyikan TS didalam perutnya dengan terbungkus kapsul, sehingga tersangka harus dibawa ke rumah sakit BIMC Kuta untuk menjalani foto rontgen.

Dari hasil pemeriksaan diketahui di dalam perutnya terdapat kapsul-kapsul yang berisi hashis, dan setelah dibawa ke rumah sakit Polri Trijata, kapsul-kapsul tersebut akhirnya dapat dikeluarkan melalui saluran pembuangan.

Total kapsul yang berhasil dikeluarkan sebanyak 23 butir. Setelah dilakukan pengecekan, kapsul-kapsul tersebut benar berisi hashish dengan berat total 218,23 gram bruto atau 190,1 gram neto.

Saat proses penyidikan, TS mengaku mendapatkan hashis tersebut dari seseorang bernama Shiva dengan cara membelinya seharga 10.534 Rupee di Pantai Vagator, India, dua hari sebelum ditangkap, tepatnya pada 1 Maret.

Sidang rencananya akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda pemeriksaan saksi. (AM/IH)