Berita Lembaga Berita Nasional

Sejak April, 21 Pengguna Napza Semarang Mendaftar ke IPWL

Lembaga Pelopor Perubahan Semarang

Semarang – Sejak April hingga Juli 2012, Lembaga Pelopor Perubahan (LPP) Semarang telah merujuk 21 pengguna napza di kota dan kabupaten Semarang untuk mendaftar ke Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL).

Saat ditemui NapzaIndonesia.com, Rabu (4/7), M. Hasnul Fauzi, Koordinator Program Layanan Kesehatan untuk pengguna NAPZA tipe Amfetamin, mengungkapkan kiat mendorong pengguna napza mendaftarkan diri adalah dengan mempromosikan manfaat wajib lapor dari sisi hukum dan kesehatan.

“Pasal 13 ayat 4 Peraturan Pemerintah No. 25 /2011 Tentang Wajib Lapor Bagi Pecandu Narkotika, menyatakan bahwa pecandu yang sedang menjalani proses peradilan dapat ditempatkan dalam institusi rehabilitasi medis atau sosial atas kewenangan penyidik, penuntut umum atau jaksa dan hakim, sesuai tingkat pemeriksaan setelah mendapat rekomendasi tim dokter”, jelas Fauzi.

“Kami¬† menjangkau dan mendampingi pengguna napza tipe amfetamin. Dalam program ini, pengguna napza didukung untuk mengakses layanan kesehatan di tempat-tempat yang ditunjuk pemerintah. Sesuai Keputusan Menteri Kesehatan no 1305/2011, untuk wilayah kota Semarang institusi yang ditunjuk adalah Rumah Sakit Kariadi, Rumah Sakit Amino Gondohutomo dan Puskesmas Poncol, sedangkan untuk Kabupaten Semarang adalah Puskesmas Sidorejo Lor, ” ujar Fauzi.

Fauzi mendorong pengguna napza untuk segera mendapatkan perawatan, disaat negara mulai mempedulikan pengguna napza melalui institusi kesehatan.

Sementara itu, Toni , mantan pecandu yang kini mendampingi pecandu napza tipe amfetamin di wilayah Kabupaten Semarang mengutarakan kesulitannya mengajak pengguna napza agar bersedia mendaftarkan diri. Para pecandu napza masih enggan melapor, dengan alasan rasa cemas akan keamanan diri mereka.

“Namun dengan seringnya dilakukan diskusi dan kajian-kajian tentang undang-undang dan peraturan pemerintah yang berhubungan dengan IPWL diantara para pengguna napza, kini beberapa pengguna napza sudah memiliki kesadaran untuk mendaftarkan dirinya,” ungkap Toni. Ia sendiri telah berhasil merujuk belasan pengguna NAPZA untuk melapor ke RSUD Dr. Kariadi Semarang. (IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *