Berita Nasional Kegiatan Riset

SCP Penasun: Ganja, Benzodiazepin, Shabu, NAPZA Paling Sering Digunakan

Sosialisasi SCP Penasun KPAP Jateng

Semarang – Hasil analisa Survey Cepat Perilaku Pengguna NAPZA Suntik (SCP Penasun) tahun 2011, disosialisasikan oleh Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Jawa Tengah. Acara ini berlangsung pada Senin (12/3) di Ruang Moch. Ichsan, Balaikota Semarang.

Acara yang dibuka oleh Ngestiyono SKM, MKes selaku sekretaris KPAP Jateng ini mempresentasikan hasil SCP yang dilakukan pada bulan Februari lalu.
“Untuk SCP Penasun ini waktu yang digunakan untuk pengambilan data kurang lebih dua minggu, dimulai pada 13 Februari lalu. Responden penasun yang masuk dalam kriteria SCP adalah pengguna NAPZA yang minimal satu kali menyuntik dalam setahun terakhir,” ujar Tika, penanggungjawab monitoring dan analisa data SCP KPAP Jateng.

Tika menyampaikan bahwa tujuan survey ini adalah untuk mengetahui karakteristik demografi penasun, mengetahui perilaku penggunaan jarum suntik dan keterlibatan penasun dalam pembuangan limbah jarum suntik secara aman, serta perilaku seks penasun.

Hasil survey pada 220 responden, terdapat 4,5% penasun perempuan dan selebihnya adalah laki-laki. Penasun didominasi oleh Laki-laki(95,5%), umur antara 25 – 29 Tahun (43,6%), pendidikan terakhir SLTA (67,7%), dengan penghasilan utama adalah Pekerjaan Bebas/Serabutan (46,8%).

Perilaku berbagi jarum menunjukkan tren semakin menurun. Awal menyuntik berbagi jarum sebesar 25%, kemudian menurun dalam setahun terakhir menjadi 14,5%.  Sebulan terakhir menyuntik semakin menurun yaitu hanya 3,2% dan terakhir menyuntik menjadi 0,9%.

Akses Layanan ALat Suntik Steril atau LASS paling seringa adalah pada Petugas Lapangan (30,4%) dan terendah di Puskesmas (2,3%). Sedangkan akses non LASS di Klinik/Dokter Praktek (22,7%).

Dalam konteks pengguna NAPZA suntik, jenis napza yang paling sering disuntikkan adalah Heroin (77,7%) sedangkan jenis napza yang paling sering digunakan adalah Mariyuana (35,9%).

Pola penggunaan NAPZA suntik dalam sebulan terakhir diperoleh hasil responden tidak menyuntik sebanyak 56,8%, responden yang menyuntik namun tidak setiap hari adalah 40% dan yang menyuntik setiap hari selama sebulan terakhir adalan 3,2%.

Selain NAPZA yang disuntikkan, jenis lain yang digunakan paling sering digunakan oleh responden adalah mariyuana atau ganja sebanyak 203 orang. Urutan kedua adalah benzodiazepin sebanyak 190 responden, kemudian ketiga terbanyak adalah methamphetamine atau shabu yaitu 145 orang.

“Semoga hasil survey ini bisa bermanfaat, tidak hanya sekedar menjadi dokumen,” kata Anerusi Winarno, staf penelitian dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menanggapi paparan hasil survey.(IH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *