Berita Internasional Peristiwa

Santos Dukung Calderon Dalam Legalisasi NAPZA

Presiden Kolombia Juan Manuel Santos pada Rabu (25/8) menyatakan dukungannya atas undangan diskusi mengenai legalisasi NAPZA oleh Presiden Meksiko Felipe Calderon.

“Kita masuk ke era dimana bisnis perdagangan narkoba menjadi refleksi setiap harinya. Undangan diskusi Presiden Calderon saat ini sangat tepat, meskipun bukan berarti kesepakatan yang terjadi di dalamnya nanti langsung melegalkan.” ungkap Santos.

Presiden Kolombia menyatakan bahwa dia akan melihat kemungkinan untuk menyatukan persepsi bersama dengan Meksiko dan Peru mengenai isu legalisasi NAPZA seperti yang telah dilakukan oleh Negara bagian California yang melegalkan pemakaian mariyuana dalam jajak pendapat pada bulan November.

Santos mengatakan bahwa bersama Meksiko dan Peru, “kami terpengaruh dengan dampak buruk dari perdagangan narkoba, dan kami harus duduk bersama untuk membicarakan langkah selanjutnya sebelum jajak pendapat tersebut dilaksanakan.”

“Semua strategi yang efektif akan dikombinasikan dalam hal ini.” Santos menambahkan.

Bagaimanapaun juga Santos mengkritisi anjuran mengenai legalisasi tersebut, dia mengatakan bahwa jika California melegalkan pemakaian mariyuana, “bagaimana ini semua dapat menjelaskan warga pribumi dari pegunungan Colombia, bahwa yang memproduksi mariyuana adalah illegal dan dapat dipenjara karenanya, sedangkan warga AS diperbolehkan secara legal mengkonsumsinya?” tambah Santos.

Para pemimpin Negara di Kolombia mengatakan bahwa beberapa alasan mengapa penggunaan mariyuana dilegalkan salah satunya adalah karena mariyuana merupakan jenis yang tidak terlalu berbahaya seperti misalnya kokain. “Darimana dasar klasifikasi tersebut?” mereka bertanya.

“Kami tidak bisa secara sepihak melegalkan narkoba begitu saja karena masalahnya bukan hanya dari system keamanan Negara saja, tetapi didalamnya ada keterlibatan secara internasional.” jelas Presiden Kolombia.

Pada tahun 1998 Santos selaku kepala pemerintahan, secara terus terang dan jujur mengirimkan surat terbuka kepada Kofi Annan selaku Sekjen PBB, meminta evaluasi mengenai upaya pengendalian narkoba secara internasional karena melihat kenyataan bahwa dampak dari perang terhadap narkoba lebih merugikan secara umum dibandingkan dengan penyalahgunaan narkoba itu sendiri.

Sejak awal Agustus, Calderon mengatakan bahwa dia menentang legalisasi narkoba tetapi isu mengenai hal tersebut harus terus dikritisi.

Santos menyarankan supaya Kolombia dan Meksiko menganalisa lebih dalam mengenai bagaimana Negara di wilayah Amerika Tengah memerangi perdagangan narkoba.

“Adalah masalah dimana masyarakat dunia menyadari kenyataan bahwa jaringan perdagangan narkoba semakin bertambah kuat, pada saat mereka memandang sebelah mata.” jelas Santos.

Negara-negara seperti Guetamala dan beberapa di wilayah Kepulauan Karibia mempunyai masalah serius dari tingginya kasus perdagangan narkoba karena peperangan yang sering timbul dari para pelaku bisnis narkoba.

Salah satu penyanyi Kolombia yang juga penulis lagu, Juanes, mendukung langkah Calderon untuk berdiskusi masalah legalisasi narkoba tersebut. Dia menyatakan, “diskusi ini merupakan suatu langkah yang bagus, yang mungkin dimulai dengan mariyuana.”

Juanes mengatakan bahwa dia mengikuti deklarasi sebelumnya, dan mengatakan bahwa dia mendapatkan manfaat dari penggunaan mariyuana sebagai obat alami, oleh karena itu dia menganggap bahwa itu bisa menjadi salah satu jalan untuk mengatasi masalah perseteruan antara kelompok pengedar narkoba di Meksiko.(CR/IH)