Berita Daerah Berita Lembaga Kebijakan Nasional

Rujukan Rehabilitasi Pengguna Napza Perlu Alur Jelas

Semarang – Penguatan jejaring antar Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) dengan pelaksana rehabilitasi medis serta sosial perlu dilakukan untuk menentukan alur yang jelas bagi pengguna napza yang ingin mengakses layanan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Pengayoman dan Rehabilitasi Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Dra. Setyani Dwi Lestari saat ditemui NapzaIndonesia.com dalam acara sosialisasi Institusi Penerima Wajib Lapor di Balaikota Semarang, Kamis (14/6).“Kalau dari pihak Dinas Sosial sendiri Kementrian Sosial baru pada April lalu mengeluarkan Surat Keputusan penunjukan rehabilitasi sosial, jadi kami masih dalam tahap persiapan. Berbeda dengan pelaksanaan rehabilitasi medis yang mulai lebih dulu,” katanya.

Setyani menerangkan bahwa dari pihak rehabilitasi sosial masih perlu beberapa penguatan sumber daya manusia (SDM) maupun fasilitas yang diperlukan untuk penanganan rehabilitasi pengguna napza.

“Beberapa SDM yang kami milliki untuk pelaksanaan rehabilitasi sosial sudah ada, kecuali psikolog. Selama ini yang disiapkan untuk proses konseling adalah dari relawan sosial dan petugas dinas sosial,” terangnya.

Dalam penguatan jejaring ini Setyani juga menilai bahwa sosialisasi ke penentu anggaran dan DPRD. Menurutnya, hal ini penting dilakukan karena anggaran pelaksanaan rehabilitasi sosial dan medis diserahkan ke APBD masing-masing daerah. (IH)