Kebijakan Global Kegiatan

Ribuan Nyawa Terselamatkan Akibat Kebijakan Harm Reduction

IMG04177-20100406-1547Sydney – Jika Indonesia dan negara lain di seluruh dunia terang-terangan melakukan perang terhadap Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). Australia justru mengambil kebijakan lebih lunak dan sangat humanis.

Kebijakan Australia berlandaskan pada tiga pilar kebijakan yang terdiri atas Supply Reduction atau memutus mata rantai peredaran NAPZA. Demand Reduction atau mengurangi minat masyarakat menggunakan NAPZA, serta Harm Reduction atau mengurangi dampak buruk penggunaan NAPZA bagi orang yang sudah berada dalam ketergantungan NAPZA.

Di Australia program Harm Reduction sudah lama diambil dan diterapkan pemerintah. Kawasan King Cross di Sydney adalah salah satu contoh dimana Pemerintah Australia memberikan layanan Medically Supervised Injecting Centre (MSIC) atau ruang penyuntikan steril bagi para pengguna NAPZA yang diawasi langsung oleh tenaga medis yang sangat terlatih.

Berdiri pada 2001, MSIC merupakan produk kebijakan hasil respon Pemerintah Australia atas tingginya kematian akibat overdosis di kawasan Kings Cross pada tahun-tahun sebelumnya yang mencapai rata-rata 300 kasus per-tahun.

Tinggi angka kematian akibat overdosis ini disebabkan oleh heroin yang beredar di King Cross memiliki berkualitas kelas I dengan harga yang cukup terjangkau.

Akibatnya pada 1999, di Australia terdapat sedikitnya 3 orang meninggal dalam setiap harinya akibat overdosis.

Sejak awal era 60-an, King Cross bukan hanya sebagai lokasi prostitusi semata. Tempat ini juga merupakan salah satu lokasi favorit tentara Amerika Serikat saat cuti dari penugasan di perang Vietnam.

Pada masa-masa tersebut tidak sedikit tentara AS yang berlibur ke King Cross menyempatkan diri membawa heroin dari Vietnam untuk dikonsumsi bersama-sama.

“Kings Cross yang merupakan tempat persinggahan tentara Amerika dari berbagai negara dunia, sempat dijadikan pusat peredaran opiat selundupan dari Asia Tenggara.” ujar Lynsey Buckles, manager unit konseling Sydney Medically Supervised Injecting Center (MSIC) kepada NapzaIndonesia.com.

“Kemudian kawasan ini menjadi makin populer seiring maraknya keberadaan pekerja seks komersial dan penggunaan NAPZA. Para tentara Amerika-lah yang memperkenalkan penggunaan heroin di kawasan Kings Cross” imbuh Lynsey Buckles.

MSIC memiliki persyaratan yang cukup ketat bagi calon klien. MSIC hanya diperuntukkan bagi pengguna NAPZA suntik yang berusia diatas 18 tahun, tidak sedang dalam keadaan hamil, serta terbukti bukan seorang pengguna NAPZA pemula.

MSIC tidak menyediakan jenis NAPZA apapun, bahkan transaksi NAPZA di lingkungan MSIC sama sekali tidak diperkenankan.

Klien yang terbukti melakukan pembicaraan mengenai jual beli NAPZA dan berbagi NAPZA di lingkungan MSIC akan dikeluarkan dari daftar klien MSIC.

Selama 9 tahun keberadaan MSIC, ruang penyuntikan steril ini telah dikunjungi sebanyak lebih dari 500.000 kali oleh 12.000 klien.

Hingga Januari 2009, sebanyak 2.557 kasus overdosis berhasil ditangani dengan baik di MSIC tanpa berakibat kematian. Pada Januari 2009 MSIC telah merujuk 7540 klien ke pusat-pusat layanan kesehatan dan sosial di sekitar Kings Cross. Setengahnya dirujuk ke pusat perawatan ketergantungan NAPZA, dan MSIC masih terus mendampingi klien sampai mereka mampu lepas dari ketergantungan NAPZA.(YS/Gen)