Berita Internasional Kebijakan Global Riset

Remaja Pengguna Napza Meningkat, Pemerintah China Diminta Awasi Obat-obatan Resep

China

Shanghai – Penggunaan narkotika atau napza di kalangan remaja China secara nasional mengalami peningkatan serius, dimana beberapa hasil penelitian regional menyebutkan di beberapa wilayah di China mengalami peningkatan hingga 11 persen, khususnya pengguna yang berasal dari kalangan pelajar sekolah menengah, yang menyalahgunakan obat resep batuk dan obat penghilang rasa sakit karena begitu mudah diperoleh di apotik dan toko obat setempat tanpa kontrol yang tepat.

Mengutip China Central Television (CCT), Shanghai Daily melaporkan bahwa usia warga masyarakat yang menjalani perawatan di pusat rehabilitasi narkotika remaja mengalami penurunan. Di pusat rehabilitasi narkotika pemuda di Provinsi Guangdong misalnya, data menyebutkan usia remaja yang menggunakan napza pertama kali turun dari 16 tahun pada dua tahun lalu menjadi 14,5 tahun.

Para ahli meminta pemerintah China melakukan pengawasan ketat terhadap obat-obatan resep serta menyerukan keterlibatan masyarakat luas untuk mencegah penyalahgunaan narkotika pada remaja dan membantu mereka yang sudah terlanjur menjadi korban.

Pejabat dari Shanghai Food and Drug Administration mengatakan mereka menemukan toko obat ilegal menjual obat resep dan obat penghilang rasa sakit batuk setiap tahun. Tetapi mereka tidak menunjukkan adanya penyalahgunaan serius yang dilakukan remaja terhadap obat-obatan tersebut.

“Toko obat kecil dan orang-orang di daerah pinggiran kota mungkin melakukan pelanggaran tersebut, dan kami ingin penduduk setempat melaporkan kepada kami jika terjadi pelanggaran tersebut,” ujar Du Wenmin, direktur eksekutif dari Pusat Pemantauan obat-obatan Shanghai.

Dalam laporan televisi tersebut disebutkan bahwa tempat karaoke, ruang dansa, kafe internet dan tempat-tempat di sekitar sekolah di Guangdong menjadi lokasi dimana para pelajar menyalahgunaan napza tersebut.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya ditemukan sisa bungkus obat penghilang rasa sakit dari jenis tramadol dan botol sisa sirup obat batuk dari berbagai dosis di berbagai tempat tersebut.

“Untuk mendapatkan efek ‘tinggi,’ orang akan perlu untuk mengambil jumlah yang sangat besar obat-obatan,” kata Du.

Obat batuk sirup dan tramadol adalah obat-obatan yang mengandung kodein yang sangat rendah, yang merupakan narkotika analgesik dan dibuat bahan dasar opium.

“Kerugiannya sangat komprehensif karena dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kecerdasan remaja dan pelajar,” imbuhnya.

Sebelumnya sebuah dalam ruang dansa di Guangzhou, ibukota Provinsi Guangdong, polisi menemukan lima remaja yang mengkonsumsi obat batuk sirup layaknya mengkonsumsi bir, saat diamankan petugas kelimanya memiliki lebih dari 200 pil tramadol.

Sementara dalam aturan resep dokter yang dianjurkan hanya mengkonsumsi dua pil dalam satu waktu.

Di Pusat Rehabilitasi Narkotika Remaja di Guangdong, pihak Rumah Sakit Kepolisian melakukan investigasi terhadap 2.000 remaja penguna napza dan menemukan fakta bahwa 80 persen remaja mulai menggunakan napza setelah dipengaruh teman sekelas atau teman bermain, sementara 10 persen karena rasa ingin tahu dan sisanya untuk menghilangkan kelelahan.(SD/Gen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *