Peristiwa

Rekan dan Sahabat Wahyu Menyampaikan Dukacita Melalui Facebook

CIMG5900Denpasar – Berita berpulangnya I Gusti Ngurah Wahyunda alias Wahyu, akitivis dan pejuang HAM para pengguna Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA) cukup membuat duka mendalam bagi rekan-rekan dan sahabat terdekatnya sesama aktivis NAPZA dan HIV/AIDS di Indonesia serta manca negara.

Beberapa diantaranya berada di Bali dan luar Bali, melakukan update status Facebook mereka sebagai tanda duka cita yang mendalam atas kepergian rekan terbaik mereka.

Made “Piping” Irawan, dari MagicWave, koran komunitas surfer, menuliskan status Facebook-nya dengan kalimat: “..Turut berdukacita atas berpulangnya: Ngurah Wahyunda seorang kawan pejuang HAM bagi para korban peredaran gelap narkoba. Wahyu berpulang tepat pukul 24.00 Wita (5/3) atau 00.00 WITA (6/3) di RSUP Sanglah akibat komplikasi sakit yang dideritanya, Selamat jalan kawan, semangat dan perjuanganmu akan tetap kukenang..”

dr Oka Negara, Aktivis KISARA, Bali, misalnya malam tadi langsung meng-update status Facebook-nya dengan kalimat: “..Sedih. Berdukacita sangat mendalam atas berpulangnya sahabat muda kami I Gusti Ngr Wahyunda, seorang pejuang hebat pembela HAM buat kawan-kawan korban narkoba. Selamat jalan Wahyu, tenanglah di sana..”

Demikian pula dengan Sekar Wulan Sari, aktivis STIGMA, Jakarta, menuliskan statusnya: “..Telah berpulang, seorang sahabat dan seorang pejuang, Ngr Wahyunda (Yakeba-Bali) sekitar pk.23.52 WITA, Jumat, 6 Maret 2010. Selamat jalan kawan! Segenap hati dan pikiran kami ada bersamamu! Semoga kau tenang disana…”

Selain dr Oka Negara dan Sekar Wulan Sari, adapula Yvonne Sibuea, aktivis Lembaga Pelopor Perubahan (LPP)-PERFORMA, Semarang, Yvonne menuliskan statusnya dalam bahasa Inggris; “..Farewell my dear comrades, Ngr Wahyunda (April 1,1978-March 6,2010) a human rights defender for People who Use Drugs (IKON Bali). Brave man, I proud of you, death and sickness are nothing to fear, We’re holding hands until the end. You’re forever in my heart..”

Yvonne juga memasang foto dirinya saat bersama Wahyu dalam satu kegiatan pelatihan di Surabaya 2007 silam.

Sebagai aktivis pejuang HAM yang membela komunitas para pengguna NAPZA, Wahyu cukup dikenal banyak kalangan di dalam dan luar negeri. Kendati demikian, Wahyu tetaplah seseorang yang rendah hati dan cukup konsisten dengan perjuangan yang dilakukannya.

Dimata kawan-kawan dan keluarganya, ayah satu putra ini dilihat sebagai sosok yang cukup keras dan tegas dalam memegang prinsip-prinsip perjuangan yang dilakukan bersama teman-temannya.

Selama sisa hidupnya Wahyu terus berjuang menolak diskriminasi dan stigma buruk terhadap para pengguna NAPZA di masyarakat yang menganggap mereka sebagai “sampah masyarakat”.

Menurut Wahyu para pengguna NAPZA adalah korban dari peredaran gelap obat bius atau obat-obatan terlarang yang selama ini masih terus berlangsung.

Atas diskriminasi dan kriminalisasi terhadap para pengguna NAPZA ini, Wahyu bersama rekan-rekannya menuntut agar pemerintah dan para penentu kebijakan wajib menyediakan fasilitas rehabilitasi bagi para pengguna NAPZA dan menolak pemenjaraan bagi para pengguna NAPZA.

Selain aktif di Ikatan Korban Napza (IKON) Bali dan Yakeba, Wahyu juga tercatat sebagai pendiri Indonesian Drug User Solidarity (IDUSA) atau yang lebih dikenal dengan nama Persaudaraan Korban Napza Indonesia (PKNI).(Gen)