Berita Lembaga Berita Nasional Kebijakan Daerah Kebijakan Nasional

Rehabilitasi Tidak Menghapus Hukuman Napi Narkoba

Kendari – Rehabilitasi yang diberlakukan bagi narapidana penyalahgunaan narkoba berkategori pemakai tidak menghapus hukuman terpidana sesuai dengan vonis majelis hakim di Pengadilan.

“Kalau terpidana narkoba dikeluarkan dari lembaga pemasyarakatan lalu menjalani rehabilitasi, tidak berarti napi hukuman napi yang bersangkutan sesuai vonis hakim dihapus,” kata Kepala Bidang Badan Nasional Narkotika Provinsi Sultra, La Mala saat berbicara pada rapat evaluasi dan konsultasi aparat penegak hukum di Kendari, Kamis.

Menurut dia, jika napi narkoba divonis dua tahun penjara lalu menjalani rehabilitasi selama enam bulan, maka selesai masa rehabilitasi yang bersangkutan dimasukkan kembali ke Lapas.

Terpidana baru dibebaskan dari Lapas,kata dia, setelah menjalani sisa masa hukum yang satu tahun enam bulan.

“Jangan dipikir masa menjalani rehabilitasi bagi napi narkoba itu bukan hukuman. Selama berada di panti rehabilitasi, yang bersangkutan sudah terpenjara,” katanya.

Menurut dia, BBN sendiri memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melaporkan keluarganya yang memakai narkoba agar dapat dikirim ke panti rehabilitasi oleh BNN.

Menyangkut biaya, mulai dari pemberangkatan hingga ke tempat panti rehabilitasi yang ada di luar wilayah Sultra hingga kembali ke tempat asal, sepenuhnya menjadi tanggung jawab BNN.

“Jadi, masyarakat jangan pernah ragu melaporkan anggota keluarganya penggunan narkoba kepada BNN untuk direhabilitasi. BNN tidak akan memidanakan pengguna narkoba yang dilaporkan untuk menjalani rehabilitasi,” katanya.(AntaraNews.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *