Berita Berita Internasional

Reckitt Benckiser Hadapi Penyelidikan atas Upaya Pemblokiran Suboxone Generik

Suboxone Tablet dan Suboxone Lembaran Tipis

Slough – Reckitt Benckiser telah dirujuk untuk diselidiki oleh otoritas persaingan di AS karena upaya kontroversial perusahaan tersebut menekan badan administrasi obat-obatan AS, Food and Drug Administration (FDA) untuk memblokir peluncuran versi generik murah Suboxone. Suboxone adalah obat pengganti heroin yang penjualannya selama ini sangat menguntungkan perusahaan.

Reckitt mengungkapkan hasil sebuah studi yang menunjukkan bahwa Suboxone dalam bentuk tablet berisiko tertelan tanpa sengaja oleh anak-anak. Tetapi FDA telah mengesampingkan petisi yang diprakarsai Reckitt Benckiser untuk mengupayakan serangkaian perubahan regulasi sistem pemasaran tablet untuk perawatan ketergantungan opioid tersebut, demikian pemberitaan The Guardian.

Selain itu, FDA telah memberikan lampu hijau pada dua perusahaan produsen obat generik, Amneal dan Actavis, untuk memasarkan versi murah Suboxone yang selama ini diproduksi Reckitt Benckiser. Actavis mengatakan “akan memulai pengiriman produk sesegera mungkin”.

Hak eksklusif Reckitt Benckiser untuk memasarkan tablet Suboxone di AS berakhir lebih dari dua tahun yang lalu dan para investor telah diberitahu untuk mempersiapkan diri terhadap penurunan keuntungan ketika masa kompetisi dengan produsen lain tiba.

Tetapi pada September 2012 lalu situasi tampaknya berubah ketika tiba-tiba Reckitt Benckiser menyatakan telah menerima bukti baru yang mengkhawatirkan bahwa Suboxone dalam bentuk tablet sangat berisiko bagi anak-anak yang memiliki kontak dengan pengguna Suboxone. Sebagai respon, perusahaan bermaksud untuk secara sukarela menarik tablet Suboxone produksi mereka dari penjualan di Amerika Serikat. Reckitt Benckiser akan berusaha mengalihkan versi tablet Suboxone pada bentuk lain yaitu lembaran tipis yang digunakan dengan cara diresapkan di bawah lidah.

Reckitt Benckiser bersikeras, bentuk lembaran tipis Suboxone terbukti lebih kecil kemungkinannya untuk jatuh ke tangan balita. Selain itu, “petisi warga” yang diprakarsai Reckitt Benckiser menyerukan agar FDA melarang setiap versi generik tablet Suboxone di masa mendatang.

Langkah ini memancing spekulasi bahwa tindakan Reckitt Benckiser lebih didasarkan pada upaya melindungi keuntungan perusahaan daripada keprihatinan atas keselamatan anak. Spekulasi ini telah dibantah keras oleh Reckitt Benckiser. Suboxone versi lembaran tipis produksi Reckitt Benckiser memiliki perlindungan paten sampai dengan 2023.

Saham Reckitt jatuh 135p ke 4381p pada hari Senin (25/2) setelah perusahaan memastikan keputusan FDA untuk tetap mengedarkan versi generik Suboxone. Reckitt menggambarkannya sebagai “mengecewakan”.

Awal bulan ini Reckitt Benckiser mengungkapkan bahwa 21% dari laba usaha tahun 2012 berasal dari divisi farmasi- unit usaha yang didominasi oleh penjualan obat perawatan ketergantungan heroin, terutama Suboxone, melalui Medicaid program kesehatan yang didanai pemerintah federal Amerika Serikat.

Reckitt Benckiser yang terkenal karena merek barang rumah tangga yang seperti Cillit Bang, Dettol, Vanish dan Finish, telah berulang kali memperingatkan investor untuk bersiap-siap menghadapi penurunan keuntungan hingga 80% dalam penjualan dan keuntungan tablet Suboxone, ketika versi generik menyerbu pasar.

Dalam surat 17 halaman yang sangat kritis menolak petisi Reckitt Benckiser, FDA menolak bukti baru yang diungkap perusahaan ini, serta mempertanyakan motif di balik petisi. FDA bahkan merujuk masalah ini agar diselidiki oleh Komisi Perdaganan Federal AS, Federal Trade Commission (FTC).

“Waktu Reckitt mengumumkan pada September 2012 bahwa perusahaan akan menghentikan pemasaran tablet Suboxone karena masalah bahaya pemaparan produk pada anak, bersamaan dengan periode dimana persaingan generik untuk produk ini segera dimulai, fakta ini tidak bisa diabaikan,” tulis Janet Woodcock , direktur Pusat FDA untuk Evaluasi dan Penelitian Obat.

Mengomentari rencana Reckitt untuk secara sukarela menarik tablet Suboxone pada akhir April 2013, Woodcock menyimpulkan “tidak berhubungan dengan alasan keamanan”. Woodcock juga mencatat bahwa klaim perusahaan tentang risiko serius bagi keselamatan anak dilemahkan oleh keputusan perusahaan menunda penghentian pemasaran tablet Suboxone.

“Para praktisi menduga petisi merupakan bagian dari pola perilaku anti persaingan, yang dimaksudkan untuk menunda persetujuan versi generik,” tulis Woodcock.

“FDA telah menyerahkan masalah ini kepada FTC, yang memiliki alat-alat administratif dan keahlian untuk menyelidiki dan menangani praktek anti persaingan usaha.”

Ini bukan pertama kalinya kepentingan anti persaingan telah muncul dalam kegiatan terkait kesehatan oleh Reckitt Benckiser. Dalam kasus berbeda, Reckitt didenda sekitar 150 juta rupiah oleh Office of Fair Trading (OFT) di Inggris, setelah terbukti terlibat dalam perilaku anti persaingan pasca berakhirnya paten pada obat maag Gaviscon. Sanksi tersebut diberikan setelah ada laporan dari beberapa informan yang membantu membuktikan bahwa Reckitt berharap menggapai keuntungan dengan menghapus ramuan asli Gaviscon cair dari daftar obat resep yang tersedia untuk pasien National Health Service, segera setelah berakhirnya paten.

Menurut Office of Fair Trading, penghapusan ramuan asli Gaviscon dari daftar obat  dilakukan untuk mempersulit para ahli kimia untuk mengidentifikasi alternatif generik lebih murah, serta untuk meningkatkan penjualan varian baru cairan obat maag Gaviscon produksi Reckitt Benckiser. Varian baru obat maag cair Gaviscon masih dilindungi paten dan karena itu tidak tunduk pada persaingan generik.

Setelah awalnya menyangkal, Reckitt akhirnya mengakui menyalahgunakan posisinya yang dominan di pasar untuk menarik keuntungan atas Gaviscon. Namun Reckitt Benckiser belum menyelesaikan klaim paralel perdata sebesar 1.3 trilyun rupiah  yang diajukan oleh Departemen Kesehatan dan diajukan hampir dua tahun yang lalu.(theGuardian/YS)