Advokasi

Rajiv Kafle (NAPN): Jangan Pernah Peringati Kematian Kami

Rajiv Kafle

Kathmandu – Presiden Asosiasi Nasional Orang Terinfeksi HIV di Nepal (NAPN), Rajiv Kafle menyatakan hari ini (30/11) bahwa NAPN tidak akan merayakan Hari AIDS Sedunia 2010. Sikap ini diambil NAPN sebagai ungkapan keprihatinan atas minimnya akses atas perawatan dan pengobatan untuk orang terinfeksi HIV.

Data terkini National Centre for AIDS and STD Control (NCASC) mengungkapkan bahwa lebih dari 2200 orang (33%)di Nepal gagal menjalankan terapi ARV secara berkelanjutan. Para ahli kesehatan masyarakat dan analis data di Nepal menganggap ini sebagai hal normal dan telah diprediksi.

Dibalik perbedaan pendapat tersebut, NAPN mengambil sikap, ketika 2200 orang terinfeksi HIV berada dalam bahaya, maka organisasi tersebut tidak akan merayakan sebuah kemajuan atau keberhasilan bagi penanggulangan AIDS.

Biaya mendeteksi dan mendanai pengobatan ARV lini kedua sangat tinggi karena Nepal tidak memiliki akses pada tes genotip. Tes genotip diperlukan saat pasien memerlukan terapi ARV lini kedua untuk menentukan tingkat resistensi.

NAPN menyerukan agar UNAIDS, WHO dan Global Fund (organisasi penyandang dana terbesar untuk pengobatan AIDS) untuk memboikot Hari AIDS Sedunia 2010 dan mendukung orang terinfeksi HIV mendapatkan terapi lini kedua tanpa terhambat.

Rajiv Kafle kembali menegaskan,”Kami tak akan mati dengan diam. Kami tak akan membiarkan kalian memperingati kematian kami”.(YS)