Berita Daerah Berita Lembaga HIV/AIDS

Puskesmas Pegandan Pahami Kekuatiran Pecandu Mengakses Jarum Steril

Semarang – Puskesmas Pegandan, Semarang, Jawa Tengah, melakukan pertemuan koordinasi dengan Lembaga Pelopor Perubahan (LPP) selaku mitra dalam pelaksanaan program pengurangan dampak buruk bagi pengguna narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lain (napza) suntik  pada Kamis (19/8).

Pertemuan koordinasi ini dihadiri Arifiyanto Abdul Fani, Koordinator Lapangan Divisi Layanan Pengurangan Dampak Buruk Napza LPP dan dr. Nurhayati selaku kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pegandan.

Seorang perawat Puskesmas Pegandan yang bertugas menangani layanan jarum dan alat suntik steril (LJASS), serta dua orang petugas penjangkau dari LPP turut menghadiri pertemuan koordinasi tersebut.

Puskesmas Pegandan menyediakan layanan kesehatan di Kelurahan Sampangan dan Kelurahan Bendan Dhuwur Semarang.

LJASS disediakan oleh Puskesmas Pegandan sejak Agustus 2009, dan hingga bulan Maret 2010, telah diakses oleh 40 pengguna napza suntik (penasun).

“Dari 40 klien LJASS, yang berani datang langsung hanya satu sampai dua orang. Klien lainnya masih menerima jarum suntik steril lewat petugas penjangkau, namun bagi kami itu tidak masalah mengingat pengguna napza suntik merupakan komunitas yang tertutup”, ujar Nurhayati kepada NapzaIndonesia.com, di kantornya.

Selama ini masalah kepercayaan dan kenyamanan pengguna napza dalam mengakses LJASS masih menjadi kendala yang membutuhkan penanganan khusus. Berbagai upaya telah dilakukan pihak Puskesmas dan LSM untuk memperkenalkan masyarakat dan pemangku kebijakan pada program ini.

Upaya-upaya tersebut diantaranya penyelenggaraan sosialisasi program di kalangan institusi kepolisian, penyedia layanan kesehatan dan tokoh masyarakat.

Pihak Puskesmas berharap pengguna napza suntik dapat diterima sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki kebutuhan khusus untuk menangani masalah adiksi mereka.

“Saat ini yang penting, LJASS yang diakses klien melalui petugas penjangkau cukup lengkap pelaporannya dan dapat dipertanggungjawabkan”, tambah Nurhayati. Nurhayati berharap dikemudian hari pengguna napza suntik di Semarang berani datang langsung untuk mengakses LJASS.

Dalam koordinasi ini juga dibahas mengenai layanan kesehatan dasar (Kesdas) bagi pengguna NAPZA suntik yang disediakan oleh Puskesmas Pegandan. Layanan tersebut dapat diakses secara gratis bagi pemilik Kartu Tanda Penduduk (KTP) Semarang.(IH/YS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *