Berita Internasional Kebijakan Mancanegara Kegiatan

Pusat Kesehatan Masyarakat Frankston Sediakan Program Perawatan Adiksi

Frankston, Melbourne – Senin (16/3) ini para peserta program beasiswa Australian Leadership Award (ALA) mengadakan kunjungan ke Frankston Public Health Center, sebuah pusat kesehatan masyarakat yang terletak di Frankston, sebuah kota kecil yang terletak di bagian tenggara Melbourne.

Kegiatan kunjungan ke Frankston Public Health ini masuk dalam salah satu agenda para peserta program karena Frankston Public Helath Center memiliki program khusus dalam menangani masalah obat-obatan dan alkohol di wilayah Frankston. “Program penanganan obat-obatan dan alkohol ini disebut Peninsula Drug & Alcohol Program (PenDAP),” ujar Yvonne Sibuea kepada NapzaIndonesia.com melalui surat elektroniknya.

Yvonne Sibuea melaporkan bahwa PenDAP memiliki kurang lebih 40 staf yang menangani konseling, forensik, gejala putus obat, penjangkauan ke komunitas, serta penanganan tunawisma. PenDAP juga memiliki mobil khusus untuk melakukan penjangkauan, pendistribusian informasi, serta layanan rujukan bagi orang yang mengalami ketergantungan napza dan alkohol.

PenDAP memiliki layanan detoksifikasi dan pasca gejala putus obat. Tetapi karena keterbatasan sarana yang tersedia di Frankston Public Health Centre, layanan tersebut hanya disediakan secara rawat jalan.

Tren di lingkungan warga Frankston sendiri, saat ini lebih suka menggunakan buprenorfin dengan cara disuntikkan, selain itu ada juga yang menggunakan pil anti depresan dan anti cemas, serta ganja. Adiksi terhadap alkohol juga menjadi masalah yang signifikan di Frankston.

Prosedur pendaftaran yang mudah menjadi kunci keberhasilan PenDAP dalam menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat Frankston.

Seluruh jajaran staf didorong untuk menyediakan layanan yang nyaman bagi klien, sehingga pusat kesehatan masyarakat di Frankston ini menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang mengalami masalah adiksi untuk menjalani perawatan.

“Staf Frankston Public Health Center ini terlihat begitu membaur dengan masyarakat dan sangat melayani, tidak salah jika warga Frankston menjadikan Public Health Center atau puskesmas mereka ini sebagai tempat rujukan pertama sebelum ke rumah sakit, jika mereka mengalami masalah kesehatan termasuk adiksi,” imbuh Yvonne Sibuea.

“…… di Frankston Public Health Center ini layanan detoks dan layanan konseling bagi para pengguna alkohol dan obat2an juga disediakan dengan lengkap sehingga orang tidak perlu ke rumah sakit,” ujarnya. Sebuah kondisi yang masih menjadi mimpi  setiap masyarakat di Indonesia.(YS/Gen)